Kasus Laut China Selatan

Duterte: Takkan Ada Tawar Menawar Wilayah dengan Tiongkok

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Oct 2016 08:13 WIB
laut china selatan
Duterte: Takkan Ada Tawar Menawar Wilayah dengan Tiongkok
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Manila: Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menegaskan tak ada tawar menawar wilayah dengan Tiongkok. Wilayah yang ia maksud adalah Laut China Selatan.

"Kami akan berbicara dengan lembut, tapi tak ada tawar menawar terkait hal itu (Laut China Selatan)," kata Duterte, sebelum ia berangkat melakukan kunjungan kenegaraan ke Brunei dan Tiongkok, seperti dikutip Inquirer, Senin (17/10/2016).

"Kami akan terus bersikeras bahwa itu adalah milik kita dan putusan pengadilan internasional tak bisa diganggu gugat," tegasnya lagi.

Pengadilan arbitrase internasional di Den Haag telah memutuskan bahwa Tiongkok tak berhak atas 90 persen wilayah Laut China Selatan pada 12 Juli lalu. Kasus ini dilaporkan oleh Filipina ke pengadilan pada 2013 silam.

Beberapa kekhawatiran muncul karena Filipina semakin mengarah dekat kepada Tiongkok di mana akan memengaruhi kedaulatan Filipina di perairan strategis tersebut.



Namun, Duterte menegaskan bahwa hal itu tak akan terjadi. Sementara, Tiongkok menolak putusan pengadilan arbitrase tersebut.

"Saya akan sangat berhati-hati dengan Tiongkok dalam masalah ini, tak akan ada tawar menawar," ucap mantan Wali Kota Davao City itu.

Duterte bahkan telah mengirim utusan khusus dari Filipina, yaitu mantan presiden Fidel Ramos untuk mengurus permasalahan Laut China Selatan ke Tiongkok.

Beberapa pejabat senior Filipina pun memperingatkan Duterte bahwa Tiongkok telah mengatakan kepada Ramos bahwa Filipina harus mengakui Scarborough Scoal adalah milik Tiongkok, bukan milik Filipina.

Padahal, selama ini Scarborough Scoal diganyang-ganyang adalah milik Filipina beserta perairan di sekitarnya.

"Wilayah itu adalah milik Filipina dan area khusus perhatian Filipina," pungkas Duterte.


(WIL)