Presiden Filipina Abaikan Isu Pemakzulan Dirinya

Sonya Michaella    •    Senin, 20 Mar 2017 10:58 WIB
filipina
Presiden Filipina Abaikan Isu Pemakzulan Dirinya
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Manila: Isu pemakzulan dan pelaporan ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas perang narkoba tampaknya tak menggoyahkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte untuk terus melanjutkan kampanye anti-narkobanya.


Pihak oposisi Filipina dikabarkan sudah menyerahkan surat rekomendasi pemakzulan kepada kongres. Sementara, seorang pria yang mengaku sebagai mantan anggota pasukan algojo Duterte berniat untuk melapor ke ICC terkait delapan ribu orang yang tewas karena perang anti-narkoba.

"Saya tidak akan terintimidasi oleh pemakzulan atau laporan ke ICC," tegas Duterte, seperti dikutip Inquirer, Senin 20 Maret 2017. "Silahkan mereka melakukan hal butuk, tapi saya bisa lebih baik dalam kinerja saya sebagai pemimpin di pemerintahan ini. Ini adalah negara demokrasi," lanjutnya.

Duterte menambahkan, jika memang sudah waktunya ia angkat kaki dari Istana Kepresidenan Filipina, ia akan melakukannya.

"Tapi tidak untuk sekarang. Fokus saya adalah pemenuhan janji kampanye untuk menjaga negara dari narkoba, korupsi dan kejahatan lainnya," serunya lagi.

Anggota parlemen Gary Alejano menuduh Duterte melakukan pelanggaran yang pantas untuk dilengserkan dari kekuasaan. Pelanggaran yang dimaksudkan antara lain menutupi aset, penyalahgunaan kekuasaan, pembunuhan di luar hukum dan menjalankan operasi pembunuh semasa menjadi Wali Kota Davao.
 
Duterte sudah memberikan bantahan mengenai tuduhan serupa. Juru bicara pemerintah menuduh Alejano mencoba untuk menciptakan keraguan rakyat terhadap pemerintah.

Alejano menjelaskan kembali bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan Duterte melanggar konstitusi dan mengkhianati kepercayaan publik. Dia bahkan menuduh Duterte mengeluarkan kebijakan daerah untuk membunuh pengedar narkoba.
 
Lebih dari 8.000 jiwa tewas sejak Duterte melontarkan perang melawan narkoba. Sekitar 2.500 dari yang tewas, menjadi korban polisi saat penggerebekan dan operasi terselubung.
 
Pemerintah pun membantah keras keterlibatan dalam pembunuhan misterius terhadap ribuan pengedar narkoba tersebut.

 


(WIL)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

20 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA