Kanada Dukung Perang Terhadap Terorisme di ASEAN

Sonya Michaella    •    Jumat, 17 Nov 2017 11:49 WIB
terorismekejahatan kanadaasean
Kanada Dukung Perang Terhadap Terorisme di ASEAN
Duta Besar Kanada untuk ASEAN, Marie Louisse Hannan (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Beberapa warga negara Kanada pernah menjadi sandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Bahkan, seorang warga negara Kanada dipenggal, tahun lalu.

Pria tersebut bernama John Ridsdel, mantan pejabat eksekutif perusahaan tambang, tewas dipenggal oleh kelompok Abu Sayyaf di Pulau Jolo pada 25 April 2016.

Dua orang lainnya yang diculik bersamaan dengan Ridsdel saat itu adalah warga Kanada lainnya yakni Robert Hall serta kekasihnya, Marites Flor. Hall juga sudah dieksekusi oleh kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda tersebut.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut pemenggalan itu sebagai pembunuhan berdarah dingin.

"Kami sangat sedih atas pemenggalan warga negara kami dan saya tidak tahu ada berapa, yang pasti masih ada warga negara kami yang disandera," kata Duta Besar Kanada untuk ASEAN, Marie Louisse Hannan kepada awak media di Jakarta, Jumat 17 November 2017.

Kendati demikan, ia meyakini bahwa pemerintahnya selalu mendukung semua proses yang dilakukan negara-negara ASEAN untuk memerangi aksi kriminal ini, salah satunya trilateral yang dilakukan Indonesia, Filipina dan Malaysia.

"Kami sangat mendukung dan juga membantu jika dibutuhkan. Tidak hanya warga kami yang disandera namun ada beberapa warga negara lainnya juga termasuk Indonesia," tutur dia.

"Kanada juga memilik sejumlah proyek yang dilakukan di level kecil untuk memerangi terorisme," ungkap dia.

Dubes Hannan juga menambahkan, akar dari masalah tersebut harus segera ditemukan dan dianalisis agar tidak lagi terjadi penculikan dan penyanderaan yang kerap dilakukan kelompok militan tersebut di perairan Filipina Selatan.


(FJR)