Taiwan tak Lagi Pakai Sedotan Plastik pada 2030

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 23 Feb 2018 10:00 WIB
taiwankantong plastik berbayar
Taiwan tak Lagi Pakai Sedotan Plastik pada 2030
Taiwan tak lagi pakai sedotan plastik pada 2030. (Foto: Istimewa).

Taipei: Pemerintah Taiwan berencana untuk melarang penggunaan barang plastik sekali pakai, termasuk sedotan, gelas dan tas belanja pada 2030. Ketegasan ini sudah mulai diberlakukan pada rumah makan atau kios makanan mulai sekarang.

Pemerintah menganggap cara ini merupakan dorongan baru bagi Taiwan untuk mengurangi limbah dan polusi. Mereka juga sudah mulai mengenalkan program daur ulang dan biaya untuk kantong plastik.

Channel News Asia, Jumat 23 Februari 2018, melaporkan eco-drive pulau ini juuga akan diperluas untuk membatasi penggunaan dupa di kuil dan festival. Semua dilakukan demi melindungi kesehatan masyarakat.

"Kami bertujuan untuk menerapkan larangan menyeluruh pada 2030 untuk mengurangi sampah plastik secara signifikan, agar tidak mencemari laut dan tidak masuk ke rantai makanan untuk mempengaruhi kesehatan manusia," kata pejabat Administrasi Perlindungan Lingkungan (EPA), Lai Ying-ying.

Menurut Lai, orang Taiwan rata-rata menggunakan 700 kantong plastik setiap tahunnya. EPA bertujuan untuk mengurangi angka dari 100 pada 2025 menjadi nol pada 2030.

Rencana baru ini akan memaksa restoran untuk berhenti menyediakan sedotan plastik. Pengumuman dan sosialisasi akan dilakukan mulai 2018, dan pada 2019 implementasi di toko penyedia plastik, serta 2020 akan diperluas ke semua gerai makanan.

Konsumen harus membayar ekstra untuk semua sedotan, tas belanja plastik, peralatan makan dan minum pada 2025.

Sebenarnya, Pemerintah Taiwan sudah melarang penggunaan tas belanja plastik gratis di gerai ritel utama, termasuk di supermarket dan toko serba ada sejak beberapa tahun lalu.


(FJR)