KTT ASEAN akan Hasilkan Dokumen soal Proteksi Pekerja Migran

Sonya Michaella    •    Kamis, 09 Nov 2017 17:39 WIB
aseanburuh migran
KTT ASEAN akan Hasilkan Dokumen soal Proteksi Pekerja Migran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Jakarta: Sebanyak 55 outcome document atau dokumen akhir akan dihasilkan dari KTT ASEAN ke-31 di Manila, Filipina. Salah satunya adalah outcome document mengenai pekerja migran. 

"Outcome document ini terkait dengan Konsensus ASEAN soal proteksi pekerja migran. Gagasan ini diusulkan oleh Indonesia dan Filipina," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Kemenlu RI, Jakarta, Kamis 9 November 2017.

“Dokumen ini akan menjadi acuan untuk meningkatkan perlindungan hak pekerja asing di ASEAN. Dokumen ini sudah lama diusulkan,” lanjut dia.

Selain itu, di KTT ASEAN ini, akan dibahas juga soal implementasi ASEAN untuk masyarakat ASEAN 2025.

KTT ASEAN tahun ini juga akan meresmikan Sekretaris Jenderal ASEAN yang baru untuk menggantikan Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh asal Vietnam.

“Sekjen ASEAN 2018-2022 akan dipegang oleh Liem Jock Hoi asal Brunei Darussalam. Ya memang rotasinya setelah Vietnam ke Brunei,” ujar Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kemenlu RI, Chandra Yudha.

Yang jelas, lanjut Chandra, posisi Indonesia di ASEAN sudah jelas. Implementasi dan konsolidasi untuk mewujudkan ASEAN yang juga memberikan manfaat kepada masyarakatnya.

“Bagaimana mendorong dan upaya selalu memelihara perdamaian dan keamanan untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan. Diperlukan ASEAN unity (persatuan ASEAN) dan ini sangat penting,” ungkap dia lagi.

Delegasi Indonesia di KTT ASEAN akan diwakili oleh Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. 10 pemimpin negara ASEAN akan bertemu dengan pemimpin negara mitrawicara.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dipastikan akan hadir dalam KTT ASEAN ini.


(FJR)