Menkeu Jepang Akui Rekayasa Dokumen Terkait PM Abe

Willy Haryono    •    Senin, 12 Mar 2018 11:26 WIB
politik jepang
Menkeu Jepang Akui Rekayasa Dokumen Terkait PM Abe
PM Jepang Shinzo Abe (kiri) bersama Menkeu Taro Aso dalam sebuah sesi di parlemen, Tokyo, 8 Maret 2018. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Tokyo: Menteri Keuangan Jepang mengaku Taro Aso telah merekayasa sejumlah dokumen penting terkait Perdana Menteri Shinzo Abe, Senin 12 Maret 2018. 

Skandal ini kembali mencuat dalam beberapa hari terakhir setelah muncul tuduhan adanya beberapa pejabat yang merekayasa bukti kunci untuk diserahkan ke parlemen. 

Rekayasa itu meliputi berubah atau hilangnya nama-nama dari sejumlah dokumen. Dari deretan nama, terdapat istri PM Abe, Akie Abe. 

Nama Akie sudah disebut-sebut sejak tahun lalu atas kasus pembelian tanah oleh tempat penitipan anak Moritomo Gakuen (MG). Transaksi jual beli itu dinilai aneh karena harga tanahnya sangat murah.


PM Abe bersama istrinya, Akie. (Foto: AFP)

Kubu oposisi menuduh tanah itu bisa dijual sangat murah karena pemiliknya dekat dengan keluarga Abe.

Hiroshi Moriyama dari Partai Demokratik Liberal mengatakan kepada awak media telah mendapat informasi dari Wakil Kepala Sekretaris Kabinet mengenai Menkeu Aso.

"Saya menerima laporan, bahwa sepertinya ada perubahan di beberapa dokumen," tutur Moriyama, seperti dilansir AFP

Surat kabar Mainichi Shimbun melaporkan sejumlah dokumen itu telah direkayasa agar sejalan dengan pidato kepala agensi pajak nasional Nobuhisa Sagawa, yang telah mengundurkan diri terkait skandal.

Sagawa adalah kepala departemen kementerian keuangan yang mengawasi pembelian tanah oleh MG. Tahun lalu, Sagawa dipromosikan menjadi kepala agensi pajak. 

Sementara itu meski turut terkena imbas skandal, Menkeu Aso menolak mengundurkan diri. Jumat lalu, seorang pejabat Kemenkeu Jepang ditemukan tewas bunuh diri, meski tidak disebutkan apakah hal itu terkait skandal atau tidak. 

PM Abe berulang kali membantah terlibat skandal, dan berjanji akan mundur jika memang terbukti bersalah.


(WIL)