Di Hadapan DK PBB, RI Tegaskan Kecaman Atas Israel Terkait Isu Al-Aqsa

Fajar Nugraha    •    Rabu, 26 Jul 2017 18:26 WIB
palestina israel
Di Hadapan DK PBB, RI Tegaskan Kecaman Atas Israel Terkait Isu Al-Aqsa
Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dubes Triansyah Djani (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, New York: Delegasi Indonesia menyuarakan kecaman atas tindakan Israel di komplek Masjid Al-Aqsa. Kecaman disampaikan langsung dalam debat terbuka dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
 
Menurut Indonesia, usaha untuk memerdekakan Palestina dari pendudukan Israel sudah berjalan selama 50 tahun. Kini masyarakat internasional sudah sepatutnya tidak menunggu 50 tahun lagi demi kemerdekaan Palestina.
 
 
"Indonesia tidak dapat menerima adanya penggunaan kekerasan dan tidak dapat mentoleransi kekerasan sistemik dan pelanggaran terhadap hak-hak dasar Bangsa Palestina, termasuk hak untuk menjalankan ibadah keagamaan," demikian disampaikan Indonesia dalam Debat Terbuka Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai The Situation in the Middle East, Including the Palestinian Question di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa, 25 Juli 2017.
 
Delegasi Indonesia lebih lanjut mengutuk tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM aparat keamanan Israel terhadap jamaah Palestina, yang telah menimbulkan korban jiwa dan lebih dari seratus luka-luka. 
 
Selain itu, Indonesia juga mengecam pembatasan akses beribadah di Masjid Al-Aqsa dan menegaskan bahwa pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa adalah tindakan provokatif yang mengancam seluruh proses perdamaian Palestina-Israel, serta pelanggaran atas hak kebebasan beragama masyarakat Palestina. 
 
"Israel harus pertahankan status quo terhadap status Yerusalem dan kompleks Masjid Al-Aqsa. Dalam kaitan ini, Indonesia mengusulkan agar masyarakat internasional jadikan kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan internasional guna pastikan agar masyarakat Palestina terjamin dapat menjalankan ibadah secara aman," tegas Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dubes Triansyah Djani, di hadapan anggota DK PBB. 
 
"Komunitas internasional dapat menggali opsi-opsi untuk memastikan kompleks Masjid Suci Al-Aqsa tetap mendapatkan pengawasan dan perlindungan internasional PBB sehingga seluruh jamaah dapat melaksanakan kegiatan ibadah mereka dengan harmonis dan damai," imbuh Dubes Triansyah Djani, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 26 Juli 2017.
 
Pernyataan Indonesia di DK PBB merupakan manifestasi dari yang disampaikan Menlu RI Retno Marsudi pada briefing kepada para Duta Besar negara-negara anggota OKI di Jakarta pada Selasa, 25 Juli 2017. Menlu RI dalam briefing tersebut antara lain menegaskan pentingnya negara-negara anggota OKI mendorong DK PBB mengambil langkah guna mengembalikan semua akses bagi jamaah untuk beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa dan mencegah terulangnya kembali kekerasan. 
 
 
Menlu RI juga mengajak negara-negara OKI untuk solid dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina yang sudah 50 tahun diperjuangkan. 
 
Pemerintah Indonesia serius dalam komitmennya mendukung hak-hak bangsa Palestina, dan selalu berada di garis depan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. 
 
"Indonesia secara tegas menyatakan bahwa 50 tahun pendudukan Israel terhadap Palestina sudah terlalu lama: enough is enough! Masyarakat Internasional tidak bisa menunggu 50 tahun lagi untuk kebebasan Palestina," tutup delegasi Indonesia dalam debat terbuka DK PBB.

 

(FJR)