Maungdaw Resmi Jadi Wilayah Operasi Militer Myanmar di Rakhine

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 05 Sep 2017 18:04 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Maungdaw Resmi Jadi Wilayah Operasi Militer Myanmar di Rakhine
Petugas keamanan Myanmar duduk di atas sebuah truk di dekat pintu masuk ke kota Maungdaw, Rakhine, 28 Agustus 2017. (Foto; AFP/STR)

Metrotvnews.com, Naypyitaw: Pemerintah Myanmar menyetujui permintaan militer untuk menunjuk seluruh Distrik Maungdaw di wilayah utara Rakhine sebagai wilayah operasi. Hal ini disampaikan juru bicara kepresidenan U Zaw Htay.

"Kantor Panglima Tertinggi meminta untuk menunjuk Maungdaw sebagai wilayah operasional dan Kantor Presiden telah memberikan persetujuan," ujar U Zaw Htay, seperti dilansir dari laman Irrawaddy, Selasa 5 September 2017.

Koordinator utama markas polisi penjaga perbatasan di Kyee Kan Pyin Maungdaw Ko Ko Soe menuturkan ada lima wilayah di utara Rakhine yang dijadikan wilayah operasional. Kelima wilayah itu adalah Buthidaung, Maungdaw, Rathedaung Taungpyoletwe dan Myinlut.

"Seluruh Maungdaw ditunjuk sebagai daerah operasional. Ini adalah persetujuan bahwa tindakan tegas dapat diambil terhadap organisasi teroris.

Baca: Pengungsi Rohingya: Kami Disebut Teroris

Bentrokan di Myanmar pecah sejak 25 Agustus kemarin akibat serangan yang dilakukan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) di kantor polisi. Akibat serangan itu59 militan dan 12 petugas keamanan tewas. Sejak saat itu, bentrokan terus terjadi hingga kini.

Pemerintah menganggap ARSA sebagai organisasi teroris dan harus diperangi.

Panglima Angkatan Darat Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing dilaporkan meminta penunjukan 'wilayah operasional' untuk memastikan efektivitas operasi perburuan militan.

Operasi perburuan ARSA berimbas pada warga sipil di Rakhine. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut lebih dari 100 ribu warga Rakhine telah melarikan diri ke Bangladesh. 

 


(WIL)