Kapal Tanker Indonesia Tabrakan dengan Kapal Keruk Dominika, 5 ABK Hilang

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 13 Sep 2017 11:34 WIB
kecelakaan kapal
Kapal Tanker Indonesia Tabrakan dengan Kapal Keruk Dominika, 5 ABK Hilang
Kapal tanker Kartika Segara yang bertabrakan dengan kapal keruk milik Republik Dominika (Foto: Channel News Asia/Mediacorp).

Metrotvnews.com, Singapura: Dilaporkan lima orang awak kapal hilang usai kapal tanker milik Indonesia bertabrakan dengan kapal keruk yang terdaftar di Dominika. Akibat tabrakan tersebut, kapal keruk terbalik dan tenggelam sebagian.
 
Dilansir dari laman Channel News Asia, Rabu 13 September 2017, Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) menuturkan, insiden terjadi pukul 00.40 waktu setempat.
 
Tabrakan antara kapal tanker Kartika Segara dan kapal keruk Dominika JBB De Rong 19 ini terjadi di sekitar 1,7 mil laut selatan-barat Kepulauan Sisters. Kapal keruk berisi 13 awak, 12 warga negara Tiongkok dan seorang lainnya Malaysia.
 
Saat kapal terbalik, tujuh awak terluka sementara lima lainnya tidak ditemukan. Sementara itu, di kapal tanker tak ada yang terluka sedikit pun.
 
Tujuh awak kapal yang terluka diselamatkan Penjaga Pantai Kepolisian Singapura dan dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Singapura pada pukul 2.45 dini hari.
 
"Tujuh anak buah kapal yang terluka telah dibawa ke RSU Singapura, namun lima telah dipulangkan," ujar juru bicara rumah sakit.
 
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh MPA dan lembaga darurat Singapura terkait. Dua kapal tunda MPA memindahkan kapal keruk yang sebagian tenggelam ke daerah dekat Pulau Senang. Sementara tiga kapal patroli MPA membantu pencarian dan penyelamatan lainnya.
 
Sementara itu, Angkatan Laut Singapura, Angkatan Pertahanan Sipil dan penjaga pantai telah mengerahkan tujuh kapal lain untuk melakukan operasi penyelamatan. Begitu pula dengan Angkatan Udara Singapura yang mengirimkan helikopter Super Puma untuk membantu operasi tersebut.
 
ABK WNI selamat
 
Meskipun melibatkan kapal tanker Indonesia, anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tidak menjadi korban. Hal ini ditegaskan oleh pihak Maritime and Port Authority of Singapore (MPA) atau Otoritas Pelabuhan Singapura.
 
"Kapal tanker dilaporkan menderita kerusakan di bagian sisi kanan. Tetapi kondisinya tetap stabil dan saat ini sedang lego jangkang di wilayah Eastern Anchorage," pernyataan pihak MPA, yang diterima, Metrotvnews.com.
 
"26 ABK WNI tidak menderita luka apapun," tegasnya MPA.
 
Saat ini MPA memimpin proses pencarian dan penyelamatan (SAR) dari ABK yang masih dilaporkan hilang. Dua kapal MPA sudah melakukan tugasnya di dekat Pulau Senang.
 
Tiga kapal patroli juga dikerahkan dengan dibantu oleh kapal perang Singapura. Sementara helikopter Super Puma milik Angkatan Udara Singapura dikerahkan untuk melakukan pencarian dari udara, sejak pukul 7.00 pagi.
 
MPA memastikan tidak ada gangguan arus lalu lintas laut di Selat Singapura. Sementara kejadian ini masih terus dalam penyelidikan.



(FJR)