Jumlah Wisatawan Meningkat, Kedubes Jepang Buka Pusat Aplikasi Visa

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 09 Sep 2017 08:05 WIB
indonesia-jepang
Jumlah Wisatawan Meningkat, Kedubes Jepang Buka Pusat Aplikasi Visa
Bandara Narita, Jepang mengantisipasi arus wisatawan asing (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia yang pergi ke Jepang, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia membuka Pusat Aplikasi Visa Jepang (JVAC). Dibukanya JVAC bertujuan meningkatkan pelayanan bagi warga Indonesia yang ingin melancong ke Negeri Sakura.
 
JVAC dibuka  hari ini, Jumat 8 September 2017 dan akan mulai beroperasi pada 15 September 2017 mendatang. Dengan beroperasinya JVAC, diharapkan akan dapat meningkatkan pelayanan dan kenyamanan aplikan visa dengan mengurangi kepadatan di loket visa dan mempersingkat waktu tunggu para pengaju visa.
 
Bertempat di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, tepatnya di Lotte Shopping Avenue 4F, Unit No.33, waktu pengajuan visa di JVAC ini akan dilaksanakan selama 8 jam antara pukul 9.00 sampai pukul 17.00. Sementara untuk pengambilan visa akan dilaksanakan selama 5 jam antara pukul 10.00 sampai 15.00.
 
Di JVAC akan disediakan lebih dari 15 loket untuk pengajuan dan pengambilan visa untuk mengurangi kepadatan di Loket Visa. Untuk mengurangi waktu tunggu, para aplikan visa juga dapat melakukan 
reservasi waktu pengajuan visa melalui internet di JVAC.
 
Dikutip dari pernyataan Kedubes Jepang yang diterima Metrotvnews.com, jika sudah mengajukan aplikasi visa, aplikan dapat mengecek status aplikasi visanya melalui internet.
 
"Posisi Kedutaan Besar di Jl. Thamrin mengakibatkan hambatan bagi aplikan visa untuk datang menggunakan kendaraan karena adanya aturan nomer kendaraan ganjil genap, dan larangan kendaraan roda dua melintas, dan juga tidak tersedianya tempat parkir di Gedung Kedutaan Besar Jepang.

Sedangkan JVAC yang berada di Jl. Prof. Dr. Satrio tidak dikenakan aturan pembatasan kendaraan bermotor pada saat ini. Selain itu dengan keberadaan JVAC di dalam gedung pusat perbelanjaan memungkinkan aplikan dapat menggunakan tempat parkir dari pusat perbelanjaan itu," ujar Kedubes Jepang.
 
JVAC juga menyediakan layanan-layanan dengan biaya tertentu, seperti bantuan pengisiam formulir aplikasi, booth foto, fotokopi, layanan informasi status visa lewat  SMS, dan pembayara  biaya visa dengan kartu kredit. Namun, ada beberapa catatan yang diberikan Kedubes Jepang bagi para aplikan. Pertama, biaya untuk aplikasi visa Jepang dikenakan Rp155 ribu, sementara registrasi bebas visa e-paspor seharga Rp115 ribu.
 
"Pada dasarnya, mulai 15 September 2017 Kedutaan Besar Jepang tidak menerima lagi aplikasi pengajuan visa kecuali untuk pengajuan aplikasi visa registrasi bebas visa e-paspor, visa diplomatik  dan dinas, transfer visa dari paspor lama ke paspor baru, penerbitan visa yang berkaitan dengan masalah darurat  kemanusiaan," jelas Kedubes Jepang.
 
Untuk biaya logistik dan biaya visa dibayarkan pada saat pengajuan aplikasi  visa. Waktu proses visa hanya membutuhkan lima hari kerja, termasuk hari pengajuan.
 
Disebutkan juga bagi aplikan visa  yang berdomisili di wilayah kerja Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Medan, Denpasar dan kantor Konsuler Makassar, pengajuan visa tetap di  wilayah masing-masing.
 
Pada tahun 2012, Kedutaan Besar Jepang telah menerbitkan visa sebanyak 68.257 visa, kemudian pada tahun 2016 diterbitkan sebanyak 138.327 visa atau meningkat sekitar dua kali lipat dalam waktu empat tahun. Tren peningkatan ini masih terlihat setelah memasuki tahun 2017.
 
Dengan dibukanya JVAC, diharapkan akan menjadi pendorong Jepang menjadi negara tujuan 
wisata dan mencapai target 40 juta wisatawan asing pada tahun 2020, realisasi peningkatan 
pertumbuhan ekonomi, dan berkontribusi bagi promosi interaksi antar manusia di masa mendatang.

(FJR)