Menlu RI-Menlu Malaysia Bahas Proses Rehiring TKI

Sonya Michaella    •    Jumat, 11 Aug 2017 17:59 WIB
tki
Menlu RI-Menlu Malaysia Bahas Proses <i>Rehiring</i> TKI
Menlu Retno Marsudi dan Menlu Malaysia Anifah Aman dalam pertemuan ke-15 JCBC antara Indonesia dan Malaysia (Foto: Fajar Nugraha/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses rehiring Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal menjadi salah satu bahasan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman, pagi tadi.
 
 
"Kita bahas soal rehire dan pemutihan sehingga mereka bisa bekerja kembali. Kita membahas bagaimana harga administrasi bisa ditekan jadi partisipasi lebih meningkat," kata Menlu Retno ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017
 
Agar tujuan itu tercapai, lanjutnya, Indonesia dan Malaysia sangat berkomitmen dalam hal ini. Dikatakan, jumlah TKI ilegal yang ikut dalam proses rehiring ini juga cukup banyak.
 
Menurut penuturan Menlu Retno, prosedur di Indonesia harus lebih ditata kembali. Sedangkan, proses rehiring adalah proses dari Pemerintah Malaysia.
 
"Prosedur harus benar. Kalau prosedur salah, maka hak-hak mereka juga turun. Kalau ada kontraknya, semua kan diatur dikontrak jadi memudahkan perlindungannya sendiri," ucap Menlu Retno.
 
Program rehiring ini dibuka untuk imigran ilegal yang bisa mendaftarkan dirinya secara legal. Program rehiring untuk pendatang hampir ada setiap tahunnya, khususnya di Semenanjung Malaysia. Jumlah pendatang asing tanpa izin yang masuk ke Malaysia pun terhitung sekitar 2,5 juta orang dan separuhnya adalah WNI.
 
Program serupa yang digalakkan pada 2016 lalu dianggap kurang berhasil. Pasalnya, dari sekitar 261 ribu Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) WNI, hanya 7,7 persen saja WNI yang ikut.
 
Selain itu, kecilnya minat WNI ikut rehiring adalah banyak PATI WNI masuk melalui jalur tikus sehingga tidak memiliki bukti keimigrasian ketika masuk ke Malaysia.



(FJR)