KBRI di Suriah Masih Dipertahankan untuk Evakuasi WNI

Sonya Michaella    •    Jumat, 13 Jul 2018 17:53 WIB
krisis suriahkonflik suriahperlindungan wni
KBRI di Suriah Masih Dipertahankan untuk Evakuasi WNI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat berada di Garut meresmikan Jembatan Diplomasi, Jumat 13 Juli 2018 (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Konflik berkepanjangan di Suriah membuat sejumlah negara menutup kantor perwakilannya di negara tersebut. Namun tidak dengan Indonesia.

Baca juga: Serangan Udara Hantam Wilayah Suriah, 54 Warga Tewas.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengungkapkan bahwa KBRI Damaskus masih dipertahankan untuk memaksimalkan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih ada di Suriah.
 
"Alasan kami masih mempertahankan KBRI Damaskus adalah untuk melindungi dan membantu evakuasi WNI di sana," kata Menlu Retno di atas kereta menuju ke Bandung, Jumat 13 Juli 2018.
 
"Ribuan WNI kita memang masih ada di Suriah. KBRI Damaskus ada juga untuk menjalin komunikasi di sana untuk bantuan evakuasi agar lebih mudah," lanjut dia.
 
Menurut catatan, hingga akhir 2017, pemerintah Indonesia telah memulangkan sebanyak 13 ribu lebih WNI dari Suriah. Padahal, dari data awal tahun 2012, WNI di Suriah terhtung hanya ada sekitar 12 ribu orang.
 
Selain Indonesia, Rusia, Iran dan Tiongkok diketahui masih mempertahankan kedutaan besarnya di Suriah hingga saat ini.


(FJR)