Kalah Pemilu, Najib Razak Minta Nasihat ke Anwar Ibrahim

Fajar Nugraha    •    Jumat, 18 May 2018 11:47 WIB
politik malaysiaPemilu Malaysia 2018
Kalah Pemilu, Najib Razak Minta Nasihat ke Anwar Ibrahim
Anwar Ibrahim sebut mantan PM Malaysia Najib Razak meminta nasihat kepadanya (Foto: AFP).

Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menghubungi Anwar Ibrahim untuk meminta nasihat tentang apa yang harus dia lakukan setelah Barisan Nasional (BN) mengalami kekalahan telak pada malam pemilihan umum 9 Mei lalu.
 
Anwar, yang dibebaskan dari penjara setelah menerima pengampunan Yang di-Pertuan Agong Rabu 16 Mei mengatakan, dia menerima dua telepon dari Najib pada malam hari.
 
"Ketika dia menelepon pada malam pemilu, saya menyarankan dia untuk menjadi teman tetap akur bersama dan teruskan kegiatan," kata Anwar, seperti dikutip dari Malaysia Kini, Kamis 17 Mei 2018.
 
"Saya saat itu telah meminta Najib untuk mengeluarkan pernyataan (kekalahan pemilu) cepat dan tidak menunda prosesnya," jelasnya.
 
Namun, Najib tidak membuat pernyataan meskipun Mahathir Mohamad mengumumkan kemenangan Pakatan Harapan beberapa jam setelah penghitungan suara rampung.
 
Pada konferensi pers pada hari berikutnya, Najib mengatakan tidak ada partai yang memiliki mayoritas dan Yang di-Pertuan Agong akan memutuskan siapa yang akan membentuk pemerintahan.
 
"Dia berdalih dan menolak mengakuinya sejak awal," kata Anwar mengenai pembicaraannya pada malam pemilu.
 
Anwar mengatakan Najib memikirkan apa yang bisa dia lakukan dan siapa yang bisa bernegosiasi dengannya. Namun, Anwar bersikeras bahwa mantan perdana menteri itu tidak dibujuk untuk mencoba bernegosiasi dengannya secara serius.
 
"Meskipun dia mengacu pada itu (kesepakatan) saya hanya akan mengabaikannya, saya hanya akan mendengarnya," kata Anwar ketika ditanya apakah Najib menawarkan kepadanya 'kesepakatan' apa pun.
 
"Setelah perbincangan kedua, dia benar-benar 'hancur'," katanya.
 
Menurut seorang analis dari perusahaan manajemen risiko, Adib Zalkapli, tidak jarang terjadi koalisi yang kalah dalam pemilihan untuk membujuk lawan.
 
Dalam Pemilu Malaysia ke-14, Barisan Nasional yang dipimpin oleh Najib hanya memenangkan 79 dari 222 kursi parlemen sementara PKR memenangkan 50 kursi. Kerja sama antara kedua pihak akan memastikan Najib dan BN tetap berkuasa.
 
Tahun lalu, Najib mengunjungi Anwar di rumah sakit setelah menjalani operasi bahu.
 
Pertemuan itu menyulut desas-desus bahwa kedua pemimpin mungkin akan bergabung untuk menentang Mahathir, meskipun masalah itu dibantah oleh kubu Anwar.


(FJR)