Empat Gajah Mati Tertabrak Kereta Api di India

Willy Haryono    •    Selasa, 17 Apr 2018 11:02 WIB
satwaindia
Empat Gajah Mati Tertabrak Kereta Api di India
Seorang pria memandikan seekor gajah di Sungai Yamuna, New Delhi, India, 3 April 2018. (Foto: AFP/SAJJAD HUSSAIN)

Odisha: Empat ekor gajah, termasuk satu yang masih usia muda, mati tertabrak sebuah kereta api yang melaju kencang di India timur. Ini merupakan insiden terburuk melibatkan satwa dan moda transportasi di India sejak 2012. 

Sebuah kereta api barang yang melaju melewati area hutan di negara bagian Odisha menabrak keempat gajah pada Senin 16 April. Dalam satu dekade terakhir, sedikitnya 22 gajah mati di perlintasan kereta api di Odisha. 

Insiden terbaru terjadi sekitar 20 kilometer dari taman perlindungan gajah Sambalpur. Otoritas setempat meyakini keempat gajah itu berasal dari taman.

"Meski tidak ada pergerakan gajah di area tersebut sejak tiga atau empat bulan terakhir, operator kereta api diminta mengurangi kecepatan," ucap seorang perwakilan taman, Sushant Kumar, seperti dikutip Asian Correpondent, Selasa 17 April 2018. 

"Selain itu, ada juga permintaan kepada operator untuk terus membunyikan klakson sepanjang area hutan. 

Menurut organisasi WWF, hanya ada 20 hingga 25 ribu gajah India yang masih hidup di alam liar. Ini artinya, gajah India diklasifikasikan sebagai hewan terancam punah. 

Konflik dengan manusia adalah ancaman besar terhadap populasi gajah di India. 

Sekitar 589 gajah mati di Odisha dalam satu dekade terakhir. Sebanyak 205 kematian gajah tersebut dinilai tidak natural, dengan tertabrak kereta berada di urutan ketiga.

"Dalam kecepatan kereta yang setinggi itu, maka mungkin gajah dapat selamat." tutur Biswajit Mohanty, pakar hewan liar kepada New York Times. "Ini adalah pelanggaran besar," lanjut dia, yang meminta agar operator kereta api India menurunkan kecepatan di beberapa area tertentu.

"Kejadian hari ini sama saja seperti pembantaian gajah oleh operator kereta api," tegas Biswajit.


(WIL)