Palang Merah Nilai Myanmar Belum Siap Terima Rohingya

Arpan Rahman    •    Senin, 02 Jul 2018 19:08 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Palang Merah Nilai Myanmar Belum Siap Terima Rohingya
Seorang petugas berpatroli di perbatasan Myanmar dan Bangladesh, 29 Juni 2018. (Foto: AFP/PHYO HEIN KYAW)

Naypyidaw: Kondisi negara bagian Rakhine di Myanmar belum memadai untuk pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya yang telah melarikan diri dari operasi militer pemerintah ke Bangladesh. 

Demikian disampaikan Kepala Komite Palang Merah Internasional Peter Maurer, setelah mengunjungi kawasan itu pada Minggu 1 Juli 2018.

Myanmar mengaku siap menerima kembali lebih dari 700.000 pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Bangladesh sejak Agustus tahun lalu. Untuk menyambut Rohingya, Myanmar telah mendirikan dua pusat penampungan sementara di dekat perbatasan Rakhine.

Namun Maurer menilai repatriasi tidak dapat dimulai dalam waktu dekat, berdasarkan apa yang dilihatnya selama kunjungannya. 

"Saya pikir masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sampai pemulangan besar-besaran bisa terjadi," kata Maurer. 

"Banyak yang harus dilakukan dalam hal struktur penampungan, persiapan, juga kesediaan masyarakat untuk menerima kembali mereka," cetusnya, seperti dinukil dari Guardian, Senin 2 Juli 2018.

Maurer, berbicara di kamp pengungsi di pantai tenggara Bangladesh, mengaku sudah pernah datang ke Myanmar. Di sana, dia mengaku melihat desa-desa serta permukiman yang hancur.

Juru bicara pemerintah Myanmar belum mengomentari pernyataan Maurer.

Eksodus Rohingya terjadi setelah serangan militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) terhadap pos keamanan Myanmar memicu operasi militer besar-besaran di Rakhine. PBB menilai operasi pemerintah di Rakhine disebut "pembersihan etnis."

Myanmar membantah tuduhan PBB, dan menyatakan operasi di Rakhine semata untuk memburu ARSA.


(WIL)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

33 minutes Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA