Kritik Mahathir untuk ASEAN

Fajar Nugraha    •    Jumat, 29 Jun 2018 21:22 WIB
indonesia-malaysiamahathir mohamad
Kritik Mahathir untuk ASEAN
Pasar ASEAN kini sebesar 600 juta penduduk. (Foto:Medcom/Fajar Nugraha)

Jakarta: Association of South East Asian Nation (ASEAN) adalah bagian integral dari hubungan Indonesia dan Malaysia. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memiliki pandangan sendiri mengenai ASEAN saat ini.

Mahathir mengkritik ASEAN yang sudah berusia setengah abad belum banyak memberikann hasil bagi negara anggotanya. Tetapi Mahathir sadar bahwa ASEAN saat ini berbeda dengan yang dulu.

“Kalau dulu dalam setiap pertemuan, pemimpin-pemimpin ASEAN adalah kenalan saya. Sedangkan saat ini, banyak pemerintahan yang berganti, karena sekarang semua negara ASEAN mengembangkan demokrasi. Pemimpin tidak kekal. Jadi tiap kali berjumpa ada perubahan,” ujar Mahathir, dalam pertemuan forum Indonesia-Malaysia Business Council (IMBC), di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat 29 Juni 2018.

“Tapi ini bukan berarti tidak mengharapkan keberhasilan ASEAN. Saya yakin jika kita tumpukan pada kerja-kerja tertentu maka ASEAN akan berjaya,” tegasnya. 

Mahathir kemudian menjelaskan keterkaitan antara pemerintah dengan pengusaha dalam pembangunan. Ketika dia menjabat perdana menteri di periode pertama, pemerintahannya memperkenalkan konsep "Malaysia inc".

Konsep ini berupa Malaysia yang diumpamakan perusahaan besar yang dibesarkan pemerintah dengan swasta.  Peranan pemerintah adalah membantu sektor swasta supaya mereka berhasil dan mendapat untung.

“Dan kami tidak lupa bahwa separuh keuntungan swasta adalah milik pemerintah. Melalui pajak penghasilan. Dengan ini pemerintah maju, swasta pun maju. Kalau kita berpegang pada konsep itu, saya yakin semua negara akan maju,” tutur Mahathir.

“Apabila kita dapati masalah seperti korupsi , menyalahgunakan kekuasaan seperti halnya rezim yg baru lepas di Malaysia, maka negara tak mungkin maju,” paparnya. 

Menurut Mahathir dua hal ini amat penting untuk mengembangkan ASEAN. Pertama negara-negara dalam ASEAN mesti ada kesepahaman dan mungkin harus ada pertemuan yang lebih sering. Kedua adalah kerja sama antara pemerintah dengan swasta. 

Hal tersebut patut menjadi perhatian, menurut Mahathir supaya kita bisa mengenal pasti apa yang bisa kita lakukan bersama terutama potensi pasar ASEAN sangat besar yang mencapai 600 juta jiwa. 

“Kita harus meraih keuntungan dari jumlah yang begini besar ini. Tapi kita lihat, kita lebih suka cari jalan yang mudah. Ini yang jadi kekurangan di negara ASEAN. Termasuk penguasaan teknik membuat sesuatu. Kita juga harus menguasai kecakapan manufaktur, membuat sesuatu barang dengan kualitas yang terbaik,” tegasnya.

“Kalau kita dapat berbuat demikian, saya yakin ASEAN bisa menjadi pusat manufaktur seluruh bagi dunia,” tutur Mahathir.

Mengenai keberadaan IMBC, Mahathir berharap, isu-isu yang praktis mesti dijadikan perhatian. Supaya setidaknya satu atau dua pembentukan industri bersama bisa menjadi lebih mudah. Dan Indonesia-Malaysia bisa meningkatkan kemampuan dan juga kekayaan negara.

Tokoh yang sudah berusia 92 tahun ini menjelaskan bagaimana sebelumnya lima negara pendiri ASEAN mengembangkan industri besar. Kelima anggota ASEAN saling membagi jenis usaha, seperti pupuk, petrokimia dan lain sebagainya.

“Tetapi usaha itu kurang maju. Kita dapati sebaran sahamnya. Negara yang menjadi tuan rumah usaha itu menjadi yang terbesar. Sementara empat negara asean lainnya mendapat saham rata,” sebut Mahathir. 

Saat ini, ASEAN sudah membesar menjadi 10 negara dan pasarnya sudah membesar menjadi 600 juta penduduk, hampir setengah penduduk tiongkok. Tetapi menurut Mahathir, ASEAN belum optimal dalam memanfaatkan pasar yang dimiliki ini. 

Mahathir berharap ada permulaan kerja sama dari Indonesa dan Malaysia yang kemudian kedua negara memilih salah satu proyek yang bisa dikembangkan. Mahathir yakin kalau satu proyek  sudah besar, maka yang lain akan mengikuti. 


(WAH)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

1 day Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA