Duterte Resmi Tutup Pulau Wisata Boracay

Sonya Michaella    •    Kamis, 26 Apr 2018 10:57 WIB
wisata pantaifilipina
Duterte Resmi Tutup Pulau Wisata Boracay
Bentrokan kecil di pulau Boracay. (Foto: AFP)

Manila: Pemerintah Filipina akhirnya menutup pulau wisata Boracay. Polisi bersenjata telah dikerahkan untuk menjaga titik-titik tertentu guna menghalau wisatawan masuk.

Sekitar 600 personel diturunkan di pulau tersebut untuk menjaga adanya bentrokan dengan para penggerak pariwisata yang merasa penutupan pulau ini akan menghentikan mata pencaharian mereka. 

"Penutupan sudah dimulai sejak tengah malam. Turis sudah tidak diperbolehkan naik kapal feri," kata Kepala Polisi Boracay Cesar Binag, dikutip dari South China Morning Post, Kamis 26 April 2018.

Penutupan Boracay diinstruksikan langsung oleh Presiden Rodrigo Duterte dengan alasan pulau wisata tersebut sudah mulai 'kotor' dengan adanya bisnis pariwisata yang mengakibatkan adanya pembuangan limbah ke laut.

Untuk saat ini, hanya penduduk asli Boracay yang diperbolehkan masuk ke pulau untuk memancing. 

Turis asing yang kerap masuk ke Boracay adalah warga Tiongkok dan Korea. Setidaknya mereka menghasilkan hampir USD1 miliar dana untuk menggenjot ekonomi Filipina. 

Pantai ini dikunjungi lebih dari dua juta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Namun, infrastruktur terabaikan dan pendirian resor yang tak tertib dapat menyebabkan Boracay mati dalam satu dekade ke depan.

Tak hanya itu, ratusan pemukiman ilegal juga dibangun di hutan dan lahan basah selama bertahun-tahun.



(FJR)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

3 hours Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA