Presiden Moon Bantah Pasukan AS akan Ditarik dari Korsel

Willy Haryono    •    Rabu, 02 May 2018 14:16 WIB
korea utarakorea selatankorsel-korut
Presiden Moon Bantah Pasukan AS akan Ditarik dari Korsel
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam pertemuan dengan pemimpin Korut Kim Jong-un di DMZ, 27 April 2018. (Foto: AFP/KCNA via KNS)

Seoul: Presiden Korea Selatan Moon Jae-in membantah isu bahwa pasukan Amerika Serikat di negaranya harus angkat kaki jika perjanjian damai telah ditandatangani dengan Korea Utara. 

Seoul dan Pyongyang secara teknis masih dalam status berperang sejak 1950-an. Namun Moon dan pemimpin Korut Kim Jong-un pekan lalu menyepakati akan berusaha membuat perjanjian damai permanen. 

"Pasukan AS Korea (USFK) adalah urusan aliansi Korea Selatan dengan Amerika Serikat. Ini tidak ada hubungannya dengan menandatangani perjanjian damai," ujar Moon, merujuk pada perjanjian penempatan 28.500 personel militer AS di Korsel, seperti dilansir AFP, Rabu 2 Mei 2018.

Pernyataan Moon muncul usai penasihat presiden, Moon Chung-in, mengisyaratkan bahwa kehadiran pasukan AS dipertanyakan juka Korsel menandatangani perjanjian damai dengan Korut. 

Dalam tulisan di majalah Foreign Affairs, Moon Chung-in menyebut bahwa akan "sulit menjustifikasi kehadiran (pasukan AS) di Korea Selatan setelah adopsi sebuah perjanjian damai."

Juru bicara kantor kepresidenan Korsel di Blue House, Kim Eui-kyeom, mengingatkan Moon Chung-in untuk "tidak lagi membuat kebingungan" di tengah masyarakat. 

Sementara itu delapan pesawat jet siluman F-22 milik AS dikabarkan sudah tiba di Korsel. Kedatangan pesawat ini dalam rangka rencana latihan gabungan angkatan udara kedua negara.

Latihan gabungan bertajuk "Max Thunder" ini akan dimulai pada 11 Mei selama dua pekan. Latihan ini dilaporkan melibatkan sekitar 100 pesawat dari Korsel dan AS. 

Kementerian Pertahanan Korsel menyebut "Max Thunder" adalah latihan reguler antar kedua negara yang sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelum ada wacana pertemuan AS dengan Korut. 

 


(WIL)