60 tahun Hubungan RI dan Kamboja akan Dihiasi Banyak Kegiatan

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 02 Feb 2018 14:41 WIB
Indonesia-Kamboja
60 tahun Hubungan RI dan Kamboja akan Dihiasi Banyak Kegiatan
Hubungan 60 tahun Indonesia dan Kamboja akan dihiasi berbagai kegiatan (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja akan memasuki usia ke-60 pada 2019 mendatang. Dari hubungan ini, diharapkan kerja sama kedua negara semakin erat.

(Baca: Indonesia Kembali Diundang sebagai Peninjau Pemilu Kamboja).
 
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan pertemuannya dengan Menlu Kamboja Prak Sokhon hari ini, Jumat 2 Februari 2018, menjadi awal untuk pembahasan kegiatan 60 tahun hubungan bilateral kedua negara.
 
"Kami percaya, pertemuan kami di sini berfungsi sebagai persiapan awal untuk mengadakan perayaan yang sukses, sekaligus memperkuat kemitraan kami," ujarnya dalam pernyataan bersama dengan Menlu Sokhon, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta.
 
Memperkuat hubungan bilateral, akan diadakan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC). Menlu Retno menuturkan, Indonesia siap menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
 
"Kami sepakat untuk memanfaatkan forum ini sebagai forum utama untuk meninjau kemajuan hubungan bilateral kami," tukasnya.
 
Menlu Sokhon mengharapkan pertemuan JCBC tersebut bisa dilakukan paruh kedua tahun ini.
 
Tak hanya itu, untuk memperkuat hubungan bilateral, kerja sama juga dilakukan diberbagai bidang, seperti perdagangan, pariwisata, pertahanan, budaya, pendidikan dan konektivitas.
 
Di bidang perdagangan, kedua negara disebut-sebut tengah menikmati peningkatan perdagangan. Angka perdagangan kedua negara pada 2017 mencapai USD292,75 juta, meningkat sebanyak 23 persen dibanding tahun lalu untuk periode serupa, yaitu Januari hingga Oktober.
 
"Saya sangat senang bahwa selama tiga tahun berturut-turut kami mencatat kenaikan signifikan dari perdagangan kami," tutur Menlu Sokhon.
 
Sementara itu, Indonesia berharap bisa menggali peluang untuk memenuhi pasar produk farmasi Kamboja. "Indonesia mencari dukungan Pemerintah Kamboja untuk perusahaan Indonesia menaruh investasi di industri farmasi," ucap Menlu Retno.
 
Dia menambahkan, investasi Indonesia di Kamboja sangat menguntungkan, yakni pada 2016 nilainya mencapai USD350 juta atau sekitar 4,7 triliun. Investasi di Indonesia meliputi bidang kuliner, perumahan, transportasi dan infrastruktur.
 
Sedangkan di bidang kerja sama budaya, Indonesia dan Kamboja sepakat untuk mempromosikan sister temple antara Angkor Wat dengan Candi Borobudur. Ada pula pengembangan pelatihan diplomatik dua negara.
 
Untuk semakin meningkatkan hubungan antarmasyarakat dan mempermudah perilaku perdagangan dua negara, Kamboja berharap dibukanya penerbangan langsung dari Jakarta menuju Phnom Penh.

(FJR)