ABK Tanker Iran Hilang usai Insiden di Perairan Tiongkok

Arpan Rahman    •    Senin, 08 Jan 2018 11:38 WIB
kecelakaan kapal
ABK Tanker Iran Hilang usai Insiden di Perairan Tiongkok
Tanker asal Iran yang terbakar usai bertabrakan dengan sebuah kapal di perairan Tiongkok, 7 Januari 2018. (Foto: AFP/KOREA COAST GUARD)

Shanghai: Total 32 anak buah kapal hilang sesudah tanker asal Iran yang mereka naiki bertabrakan dengan sebuah kapal di lepas pantai timur Tiongkok. Tabrakan mengkibatkan tumpahnya minyak ke laut dan juga memicu kebakaran. 

Pihak berwenang Tiongkok mengirim polisi dan tiga kapal penyapu ke tempat kejadian setelah insiden. Penjaga pantai Korea Selatan (Korsel) juga mengirim sebuah kapal dan satu unit pesawat guna membantu mencari awak kapal yang hilang, 

Dari 32 ABK, seperti dikutip Independent, 30 di antaranya adalah warga Iran dan dua asal Bangladesh.

Tanker Sanchi yang terdaftar di Panama sedang berlayar dari Iran ke Korsel saat bertabrakan dengan kapal barang CF Crystal asal di Hong Kong. Insiden terjadi di Laut China Timur, 257 kilometer lepas pantai Shanghai.

Sementara 21 ABK Crystal, yang membawa gandum dari Amerika Serikat (AS), berhasil diselamatkan. Seluruh ABK Crystal adalah warga negara Tiongkok.

Belum diketahui pasti apa yang menyebabkan tabrakan tersebut. Televisi Sentral Tiongkok melaporkan kapal tanker tersebut terombang-ambing usai tabrakan dan akhirnya terbakar. 

Sanchi membawa 136.000 ton (atau hampir satu juta barel) kondensat, sejenis minyak ringan.

Sebagai perbandingan, Exxon Valdez membawa 1,26 juta barel minyak mentah, dan 260.000 barel di antaranya tumpah di lepas pantai Alaska pada 1989.

Ini adalah tabrakan kedua kapal dari National Tanker Iran Co dalam waktu kurang dari satu setengah tahun. 

Pada Agustus 2016, salah satu tanker bertabrakan dengan kapal kontainer Swiss di Selat Singapura. Tabrakan merusak kedua kapal, namun tidak menimbulkan korban luka atau tumpahan minyak.



(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA