Tur Jalur Sutera, Macron Kunjungi Masjid Agung Xian

Willy Haryono    •    Senin, 08 Jan 2018 12:49 WIB
politik tiongkokpolitik prancis
Tur Jalur Sutera, Macron Kunjungi Masjid Agung Xian
Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte mengunjungi Masjid Agung Xian di kota Xian, Tiongkok, 8 Januari 2018. (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)

Xian: Presiden Prancis Emmanuel Macron awali kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dengan berjalan di Jalur Sutera. Ini merupakan bentuk dukungan Macron terhadap Presiden Xi Jinping yang ingin menghidupkan kembali rute perdagangan ternama tersebut.

Bersama istrinya Brigitte, Macron mengunjungi deretan patung prajurit terracotta, pagoda besar Big Wild Goose Pagoda, dan juga Masjid Agung Xian. 

Patung tanah liat terracotta di kota Xian berjumlah 8.000, dan dibuat tahun 250 sebelum masehi dalam kompleks kuburan kaisar Qin Shihuang. Ribuan patung ini merupakan simbol artisitik militer masa lalu di Negeri Tirai Bambu. 


Macron dan Brigitte di situs patung terracotta. (Foto: AFP)

Macron memulai kunjungan tiga hari di Xian sebagai gestur terhadap proyek Jalur Sutera Baru yang digagas Xi. Proyek ini merupakan ambisi Xi dalam menghubungkan Asia dan Eropa melalui jalur darat, kereta api dan laut. 

Program infrastruktur senilai USD1 triliun atau setara Rp13,4 kuadriliun itu disebut sebagai upaya menghidupkan kembali Jalur Sutera yang dulu digunakan untuk perdagangan kain, rempah-rempah dan barang-barang lainnya. 

Dikenal di Tiongkok sebagai "One Belt One Road," rencana dari proyek ini adalah menghadirkan jaringan jalan raya dan perlintasan kereta api di kawasan Asia Tengah hingga ke Eropa, serta rute maritim yang memanjang melalui Samudera Hindia dan Laut Merah.

Baca: Tiongkok Sebut Jalur Sutra Modern Terbuka untuk Semua Orang

Proyek ini memicu ketertarikan dan juga kekhawatiran, dengan beberapa negara di Eropa menilainya sebagai bentuk perluasan pengaruh Tiongkok.

Meski Prancis berhati-hati menyikapinya, Macron mendukung inisiatif Xi dalam sebuah wawancara dengan China.org.cn yang dirilis Senin 8 Januari 2018. 

"Ini merepresentasikan kesempatan nyata untuk menciptakan jembatan, melalui pertukaran antar negara dan peradaban, sama seperti Jalur Sutera di masa lalu," kata Macron, seperti dikutip AFP.

"Saya rasa merupakan hal penting bahwa Eropa dan Tiongkok memperkuat kolaborasi dalam inisiatif ini. Prancis siap memainkan peran dalam hal ini," lanjut dia. 

Namun Macron mengingatkan proyek ini harus dijalankan "dalam kerangka kemitraan setara."

 


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA