Tiga Badan Amal Dilarang Berikan Bantuan ke Pengungsi Rakhine

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 12 Oct 2017 15:46 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Tiga Badan Amal Dilarang Berikan Bantuan ke Pengungsi Rakhine
Pengungsi dari wilayah Rakhine yang menyeberang ke Bangladesh (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Cox's Bazar: Pemerintah Bangladesh melarang tiga badan amal Islam untuk memberikan bantuan pada pengungsi dari Myanmar. Keputusan ini diambil di tengah banyaknya kekhawatiran para pengungsi terjangkit paham radikalisasi di kemah penampungan.
Mahjabeen Khaled, seorang anggota parlemen dari Liga Awami menyebutkan bahwa badan amal internasional, seperti Islamic Aid, Islamic Relief dan Yayasan Allama Fazlullah yang berbasis di Bangladesh masuk dalam daftar hitam. Pemerintah takut ketiga badan amal ini malah membawa paham radikal bagi para pengungsi Muslim di Cox's Bazar.
 
Khaled yang duduk di komite parlemen urusan luar negeri menyebutkan tidak ada tuduhan spesifik yang diajukan pada badan amal itu. Namun, pihak berwenang meneliti dan menyaring semua lembaga yang ingin memberi bantuan ke pengungsian di Cox's Bazar.
 
"Kami ingin memantau siapa yang memberi bantuan dan mengapa. Untuk keamanan, kami bertanya siapa yang mendanai mereka, dan apa yang akan mereka lakukan dengan uang itu," kata Khaled seperti dilaporkan AFP, Kamis 12 Oktober 2017.
 
"Para pengungsi Rohingya sangat rentan, banyak yang bisa dilakukan orang-orang ini. Kami ingin berhati-hati agar mereka tidak terpapar paham radikal," imbuhnya.
 
Khaled mengatakan, sangat mudah bagi kelompok radikal untuk memengaruhi para pengungsi menjadi militan mereka.
 
Bangladesh telah banyak membatasi akses ke kemah pengungsi dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga membatasi pengungsi yang masuk ke negaranya, meski demikian bulan lalu lebih dari 520 ribu pengungsi baru masuk ke perbatasan.
 
Biro Urusan Lembaga Masyarakat mengatakan pemerintah menyetujui 30 badan amal lokal dan global untuk memenuhi kebutuhan di kemah-kemah pengungsi itu. Sebelumnya, hanya empat badan amal internasional, termasuk Doctors Without Borders (MSF) dan Action Against Hunger (ACF) diizinkan beroperasi di distrik perbatasan.

 

 
(FJR)