Menlu RI Panggil Dubes AS soal Rencana Pengakuan Yerusalem

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 04 Dec 2017 17:02 WIB
israel palestinadonald trumppalestina israel
Menlu RI Panggil Dubes AS soal Rencana Pengakuan Yerusalem
Menlu Retno Marsudi (Foto: Antara/Rudi Hartanto)

Jakarta: Kemerdekaan Palestina merupakan jantung politik luar negeri Indonesia. Hal tersebut berulang kali diucapkan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

Peran Indonesia dalam membantu kemerdekaan Palestina sangat banyak. Karenanya, saat mendengar Amerika Serikat (AS) akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Menlu langsung memanggil Dubes Joseph Donovan ke kantornya.

Dalam pertemuan dengan Dubes Donovan, Menlu Retno sampaikan keprihatinan Indonesia terkait rencana tersebut.

"Menlu Retno memanggil Dubes Amerika Serikat, Joseph Donovan ke Kementerian Luar Negeri. Menlu Retno sampaikan keprihatinan Indoneia terkait berita rencana pengumumam pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," demikian dikutip dari Twitter resmi Kementerian Luar Negeri, Senin 4 Desember 2017.

Ia juga mengungkapkan bahwa rencana Presiden AS Donald Trump tersebut dapat mengancam perdamaian di Israel dan Palestina.

Sementara itu, Dubes Donovan menuturkan bahwa Presiden Trump belum mengambil keputusan final mengenai masalah ini.

Sejak kampanye pemilihan presiden 2016, Trump berjanji untuk memindahkan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah itu dianggap sebagai pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Trump berencana mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel paling cepat Selasa besok. Namun kabar itu dibantah oleh Penasihat Senior Jared Kushner, yang juga menantu Trump. 

Dalam seminar tahunan soal kebijakan AS di Timur Tengah yang digelar lembaga kajian Brookings Institution, Washington, pada akhir pekan kemarin, Kushner menyatakan bahwa Trump belum memutuskan hal tersebut. 




(WIL)