Dubes Grigson Dorong Kerja Sama Lintas Budaya Australia-Indonesia

Willy Haryono    •    Selasa, 11 Jul 2017 21:54 WIB
indonesia-australia
Dubes Grigson Dorong Kerja Sama Lintas Budaya Australia-Indonesia
Dubes Grigson menjawab pertanyaan awak media di depan lukisan kolaborasi dua seniman Australia dan Indonesia di Jakarta, 11 Juli 2017. (Foto: MTVN/Willy Haryono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson dengan bangga mempersembahkan pameran seni dan budaya asli Negeri Kanguru di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Selasa 11 Juli 2017. 

Dari pameran ini, yang menarik perhatian adalah kolaborasi melukis antar dua seniman ternama: Jandamarra Cadd dan Jerry Thung. Jandamarra adalah pria keturunan Aborijin, sementara Jerry adalah warga asal Bogor. 

Keduanya membuat sebuah lukisan yang menyimbolkan kekuatan persahabatan Australia dengan Indonesia.

"Kami di sini mendorong mengenai kerja sama artistik mengenai budaya asli Australia dan Indonesia," ungkap PM Grigson kepada awak media. 

"Menurut saya, kerja sama di bidang budaya merupakan hal penting dalam persahabatan dua negara. Begitu juga dengan kerja sama di bidang ekonomi kreatif di kalangan para pemuda," lanjut dia. 

Ini merupakan kolaborasi seni Australia dengan Indonesia untuk kali kedua. Kolaborasi pertama terjadi beberapa tahun lalu yang menghasilkan beberapa batik. "Kami membuat enam batik. Satu disimpan di Indonesia, dan lima lainnya di kedubes kami," sebut Dubes Grigson. 


Dubes Grigson bersama Jandamarra dan Jerry. (Foto: MTVN)

Jandamarra mengatakan lukisan yang dibuatnya bersama Jerry mengandung banyak simbol. Kura-kura, misalnya, yang ia lukis di bagian kiri atas kanvas. Menurutnya, kura-kura besar itu hidup di perairan Australia dan juga Indonesia, sehingga menyimbolkan persahabatan. 

"Ada juga ular besar dan naga yang menyimbolkan kekuatan kedua negara," ungkap Jandamarra. 

Jerry menambahkan lukisan tersebut dibuat dengan menggabungkan nilai-nilai tradisi Australia dengan Indonesia. 

"Di Australia ada rainbow serpent, jadi saya gambarkan naga dan garuda karena itu adalah koneksi, yang menghubungkan dua negara via jalur laut dan udara. Lukisan ini dibuat dengan harmoni. Gaya (dua pelukis berbeda), tapi tetap dalam satu harmoni," ucap Jerry. 

Dalam menciptakan lukisan lintas budaya ini, Jandamarra dan Jerry menghadapi beberapa tantangan. Keduanya harus sangat teliti dalam memerhatikan detail, seperti corak totol-totol khas Aborijin. 

Terdapat pula jejak-jejak hewan yang digambarkan dalam lukisan. Dalam karya seni asli Aborijin, corak totol-totol dan jejak hewan hampir selalu muncul. 

Beragam corak itu menyimbolkan sesuatu, semisal jika seperti huruf U atau V, itu artinya adalah manusia. Jika simbol lingkaran besar, itu bisa berarti tempat berkumpul atau air. 

Lukisan khas Aborijin juga biasa disebut dengan X-Ray Painting atau Lukisan Sinar-X karena beberapa di antaranya menghadirkan manusia dengan kerangkanya yang terlihat, atau ikan dengan tulang-belulang di balik tubuh transparan. 


Simbol mirip huruf U dan V melambangkan manusia. (Foto: MTVN)


Salah satu X-Ray Painting asli Aborijin. (Foto: MTVN)



(WIL)