50 Tahun ASEAN

Tiga Kepentingan Malaysia di Laut China Selatan

Fajar Nugraha    •    Jumat, 14 Jul 2017 15:57 WIB
laut china selatanasean
Tiga Kepentingan Malaysia di Laut China Selatan
Ketua Institute of Strategic and International Studies (ISIS), Malaysia Tan Sri Rastam Mohd Isa di Kemenlu RI (Foto: Fajar Nugraha/Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Laut China Selatan menjadi rebutan beberapa negara di Asia Tenggara bersama China dan Taiwan. Malaysia menjadi salah satu negara anggota ASEAN yang mengklaim wilayah Laut China Selatan.
 
Konflik wilayah di Laut China Selatan sudah berlangsung sejak lama. Ketua Institute of Strategic and International Studies (ISIS), Malaysia Tan Sri Rastam Mohd Isa menyebutkan ada kepentingan negara di Laut China Selatan.
 
Berbicara pada 'Simposium 50 tahun ASEAN: Sentralitas dan Kesatuan ASEAN', di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017, Rastam Mohd Isa menjelaskan apa yang sebenarnya menjadi kepentingan Malaysia di wilayah laut yang kaya akan sumber daya alam ini.
 
Tantangan utama bagi ASEAN untuk mengelola situasi di Laut China Selatan adalah untuk meraih sikap kohesif dalam pendekatan yang dilakukan oleh tiap anggota ASEAN. Awalnya tentu berdasarkan referensi dari negara anggota yang juga pengklaim.
 
"Di saat bersamaan, ada kebutuhan agar negara pengklaim bisa saling mengerti bahwa mereka akan menggunakan pendekatannya sendiri," jelas Rastam.
 
"Pertama, Malaysia memiliki kepentingan strategis untuk mempertahankan akses ke sumber daya sesuai dengan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Laut China Selatan. Berkat pengeboran lepas pantai, Malaysia dikenal dengan sebagai ekportir gas alam cair terbesar kedua di dunia," imbuh Rastam.
 
Sementara kepentingan kedua Malaysia dalam Laut China Selatan menurut Rastam adalah, kebutuhan dari Negeri Jiran untuk mempertahankan kebebasan bergerak di Laut China Selatan dan jalur kunci lainnya seperti Selat Malaka. "Sebagai negara yang melakukan perdagangan, Malaysia memiliki kepentingan untuk mempertahankan laur perdagangan di wilayah maritim Asia Tenggara," tutur mantan Dubes Malaysia untuk Indonesia itu.
 
Posisi Malaysia menurut Rastam sangat unik di antara para pengklaim. Secara fisik Malaysia menjadi dua wilayah yang dipisahkan oleh Laut China Selatan.
 
Terakhir, Malaysia memiliki kepentingan untuk menjaga hubungan yang stabil di antara seluruh di kawasan. "Dalam artian, dibutuhkan hukum internasional ditegakkan," pungkas Rastam.
 
Rastam menambahkan bahwa tantangan bagi Malaysia berawal dari kompresi geografis di Laut China Selatan. Sejak lama, Malaysia memiliki keuntungan karena jaraknya lebih jauh dari dataran China.
 
Hingga beberapa tahun terakhir, kemampuan Negeri Tirai Bambu untuk meningkatkan kehadirannya di wilayah selatan dari Laut China Selatan sangat terbatas. Sebagai hasil, perseteruan panas hanya terjadi di antara negara anggota ASEAN yang berada di wilayah utara, seperti Filipina dan Vietnam dengan China.



(FJR)