Komisi I: Indonesia Berperan Penting Sudahi Konflik Rohingya

Lis Pratiwi    •    Sabtu, 02 Sep 2017 07:54 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Komisi I: Indonesia Berperan Penting Sudahi Konflik Rohingya
Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Meutya Hafid . Foto: MI/ Atet Dwi Pramadia

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengatakan, Indonesia mempunyai peran luar biasa dalam proses mendamaikan konflik yang dialami etnis Rohingya di Arakan, Rakhine State, Myanmar. Peran ini baik berupa imbauan ke pemerintah Myanmar maupun diplomasi ke negara lain.
 
Indonesia bahkan menjadi satu-satunya perwakilan negara lain yang diterima oleh pihak Myanmar untuk berbicara secara bilateral melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Karena mungkin peran kita di ASEAN cukup besar dan menjadi privilege lebih besar Indonesia bisa berperan di PBB. Sampai sekarang saja kita belum dengar Sekjen PBB memberi statement keras ke pemerintah Myanmar seperti Indonesia,” kata Meutya dalam Prime Time News Metro TV, Jumat 1 Agustus 2017.
 
Meutya menuturkan, tak hanya etnis Rohingya di Myanmar yang harus ditangani. Namun para pengungsi yang berada di negara lain juga harus menjadi perhatian. Selama ini, cara Indonesia memperlakukan pengungsi Rohingya dianggap sudah baik kendati Indonesia bukan negara tujuan pengungsi.
 
Dia menyebut, hanya Indonesia dan Malaysia yang bersedia menampung pengungsi Rohingya. Sementara Australia dan Bangladesh melakukan penolakan. “Masalah pengungsi tidak akan berhenti kalau tidak diselesaikan dengan baik karena menyangkut kawasan regional, tidak semua negara mau menampung. Bangladesh melihat langsung kekerasan itu, tapi tidak mau (menampung) karena beberapa faktor. Syukurnya Bangladesh mau berbicara dengan Indonesia mengenai ini,” beber dia.
 
Kendati pemerintah Indonesia terus melakukan imbauan, Meutya berharap rencana kedatangan Menlu ke Myanmar nanti dapat membuahkan hasil positif. “Mudah-mudahan keinginan menghentikan kekerasan di sana bisa terpenuhi. Intinya menghentikan itu yang kita minta, dan pemerintah Myanmar juga jangan memperluas kekerasan. Militer mereka sudah melakukan tindakan yang tidak terukur sehingga lebih banyak korban,” tandasnya.
(Des)