Rusia Nilai Sikap Trump Lebih Menjanjikan Ketimbang Obama

Willy Haryono    •    Rabu, 30 Nov 2016 14:27 WIB
politik rusia
Rusia Nilai Sikap Trump Lebih Menjanjikan Ketimbang Obama
Presiden terpilih AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Rusia Vladimir Putin telah melayangkan ucapan selamat kepada Donald Trump via sambungan telepon atas kemenangannya di pemilihan umum presiden pada 8 November. 

Kedua tokoh membicarakan peluang kerja sama kedua negara, yang hubungannya saat ini dirasa kurang harmonis. 

Baca: Vladimir Putin Puji Rencana Kebijakan Luar Negeri Trump

"Kami telah memantau beberapa pernyataan Trump, tentang keinginannya untuk bekerja sama dengan Rusia, termasuk dalam perang melawan terorisme," ujar Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin dalam pertemuan rutin dengan awak media di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016). 

"Ini merupakan sikap yang jauh lebih bertanggung jawab dari AS," sambung dia. 


Dubes Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin. (Foto: MTVN/Willy Haryono)

Menurut Dubes Galuzin, Presiden Barack Obama telah menghancurkan hubungan AS dengan Rusia yang selama ini juga sudah tidak baik. Rusia geram karena AS telah menjatuhkan sanksi atas aneksasi Krimea dari Ukraina pada 2014. 

AS juga disebut menghambat usaha Rusia dalam menghabisi grup teroris seperti Islamic State (ISIS) di Suriah, dengan menuduh bahwa Moskow hanya ingin melindungi rezim Presiden Bashar al-Assad. 

Sementara Trump dinilai berbeda dengan Obama, yang justru ingin merangkul Rusia untuk bersama-sama membasmi terorisme di Suriah. Sebelumnya, Assad pernah berkata bahwa Trump mungkin adalah "sekutu alami" Suriah. 

"Sikap yang ditunjukkan Trump (terhadap Rusia) lebih positif, lebih bertanggung jawab, lebih menjanjikan," ungkap Dubes Galuzin. 

Trump akan resmi menjabat kursi kepresidenan AS pada Januari 2017. 


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA