Tokoh Partai Oposisi Kamboja Ingin Bertemu Menlu Retno

Sonya Michaella    •    Senin, 30 Jul 2018 11:58 WIB
politik kambojakambojaIndonesia-Kamboja
Tokoh Partai Oposisi Kamboja Ingin Bertemu Menlu Retno
Monovithya Kem, putri dari pemimpin CNRP, Kem Sokha yang kini sedang dipenjara (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Partai berkuasa di Kamboja, Cambodian People’s Party (CPP) mengklaim kemenangan telak dalam pemilu yang digelar Minggu 29 Juli kemarin.
 
Sebagai partai oposisi yang diberangus sejak tahun lalu, Cambodian National Rescue Party (CNRP) menolak hasil tersebut. Mereka menyebut, pemilu di Kamboja digelar tanpa demokrasi.
 
Baca juga: Partai PM Kamboja Klaim Kemenangan dalam Pemilu.
 
Menggelar konferensi pers di Indonesia, Monovithya Kem, putri dari pemimpin CNRP, Kem Sokha yang kini sedang dipenjara, meminta bantuan organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) dan juga pemerintah Indonesia terkait ketimpangan yang terjadi di Kamboja saat ini.
 
"Saya sudah mengajukan surat ke Pemerintah Indonesia, ke Kementerian Luar Negeri. Saya ingin bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, tetapi belum ada tanggapan hingga hari ini," kata Monovithya, ketika ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin 30 Juli 2018.
 
"Jika memang tidak bisa bertemu dengan Menlu RI, saya berharap bisa bertemu dengan perwakilan dari Kemenlu RI, siapapun itu," lanjutnya.
 
Baca juga: Tiongkok Ada di Belakang Partai Berkuasa Kamboja.
 
Monovithya, yang tiba di Jakarta semalam, mengatakan memang permintaan bertemu dengan Menlu Retno Marsudi bukan kali pertama dilakukan.
 
"Saya sudah berusaha keras dengan bantuan teman-teman di sini. Tapi saya masih berharap bertemu dengan perwakilan pemerintah Indonesia," ucap dia.
 
Berada di Indonesia, ia berharap bahwa Indonesia bisa membantu memulihkan keadaan di Kamboja. Ia menyebut bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang suaranya pasti didengar, apalagi di Asia Tenggara.
 
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan dari Kemenlu RI terkait dengan permintaan pertemuan dari CNRP.


(FJR)