Sekelompok Anak-anak Masih Terperangkap di Gua Thailand

Arpan Rahman    •    Senin, 02 Jul 2018 14:23 WIB
thailand
Sekelompok Anak-anak Masih Terperangkap di Gua Thailand
Prajurit Thailand berada di gua Tham Luang dalam operasi pencarian anak-anak beserta pelatih sepakbola mereka, 2 Juli 2018. (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)

Chiang Rai: Tim penyelam terus mencari sekelompok anak-anak beserta pelatih sepak bola mereka di dalam gua Thailand yang terendam banjir. Dalam pencarian yang telah melewati sepekan ini, petugas yakin sudah semakin mendekati lokasi orang-orang yang hilang.

Menurut keterangan petugas penyelamat gabungan, mereka yakin sudah dekat dari lokasi anak-anak, namun terhalang terowongan sempit.

Hingga saat ini petugas belum mendengar suara apapun dari kelompok anak-anak berusia 11 hingga 16 tahun itu. Mereka beserta pelatihnya pergi menjelajahi gua Tham Luang di Chiang Rai pada Sabtu pekan lalu.

Hujan deras sepanjang pencarian meningkatkan kekhawatiran bahwa anak-anak dan pelatihnya sulit bertahan hidup di dalam gua yang terendam air.

Laksamana Muda Apakorn Yuukongkaew, komandan Angkatan Laut Thailand, mengatakan bahwa tim penyelam sudah mencapai "kamar ketiga" dalam kompleks gua tersebut. 

Baca: Petugas Berlatih Evakuasi Anak-anak Thailand yang Hilang di Gua

Rute Alternatif

Mereka sempat dipaksa mundur karena ketinggian air di dalam gua meningkat.

"Sulit karena gelap dan banjir. Yang paling penting untuk hari ini adalah mempercepat cara untuk menjangkau anak-anak," kata Yuukongkawe kepada awak media, seperti dikutip dari BBC, Senin 2 Juli 2018.

Dalam pencarian hari ini, petugas mencoba membuka sedikit bagian terowongan yang sempit untuk mencapai area baru. Diyakini anak-anak berada di balik terowongan tersebut.

Suhu gua diyakini berada antara 20 hingga 25 derajat Celcius. Batu kapur berpori di dalam gua meningkatkan harapan, karena secara teori dapat memasok cukup oksigen.

Selain via jalan air, tim penyelamat juga menelusuri hutan di lereng gunung untuk mencari rute alternatif menuju gua. Sejumlah ahli menilai ada kemungkinan gua batu kapur itu memiliki beberapa pintu masuk lain.


(WIL)