Pengadilan Myanmar Tolak Hentikan Kasus Wartawan Reuters

Arpan Rahman    •    Rabu, 11 Apr 2018 16:36 WIB
myanmar
Pengadilan Myanmar Tolak Hentikan Kasus Wartawan Reuters
Jurnalis Reuters asal Myanmar Wa Lone dalam persidangan (Foto: AFP).

Yangon: Pengadilan Myanmar, Rabu 11 April, menolak mosi untuk membatalkan sebuah kasus terhadap dua wartawan Reuters. Keduanya ditangkap saat menyelidiki pembantaian Muslim Rohingya.

Pengadilan pun tetap melaju dengan tuntutan kontroversial, yang telah memicu kemarahan global.
 
Reporter Wa Lone, 32 dan Kyaw Soe Oo, 27 ditahan pada Desember. Mereka dituduh melanggar Undang-undang Rahasia Resmi negara karena memiliki materi yang berkaitan dengan operasi keamanan di negara bagian yang dilanda konflik, Rakhine.
 
Myanmar sudah menghadapi kecaman global dan tuduhan pembunuhan di luar hukum, pembersihan etnis dan genosida karena sekitar 700.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari Rakhine ke Bangladesh menyusul tindakan keras militer terhadap gerilyawan.
 
Pemerintah menolak tuduhan tersebut dan mengatakan pihaknya membela diri atas serangan dari Arakan Rohingya Salvation Army, yang terjadi pada 25 Agustus.
 
Kedua wartawan ditahan di penjara Insein Yangon sejak penangkapan mereka guna menghadapi persidangan untuk menentukan apakah kasus akan diadili. Sebanyak 17 dari 25 saksi telah memberikan kesaksian.
 
Pengacara mereka minta pengadilan, pekan lalu, untuk membatalkan kasus tersebut. Alasannya sebagian ketidaksesuaian dalam pernyataan saksi, tapi mosi itu dengan cepat ditolak. Ruang sidang di ibukota komersial Yangon dipenuhi dengan pendukung wartawan, keluarga, dan media.
 
"Pengadilan memutuskan bahwa proposal dari pengacara terdakwa untuk membebaskan terdakwa sebelum semua saksi diperiksa silang sudah ditolak," kata hakim Ye Lwin, seperti dilansir AFP, Rabu 11 April 2018.
 
Sepasang wartawan itu menyelidiki pembantaian 10 pria Rohingya, pada 2 September, di desa Rakhine di Inn Din yang dilakukan oleh pasukan keamanan dan penduduk desa setempat.
 
Militer mengakui bahwa kekejaman itu terjadi dan Reuters kemudian menerbitkan kisah mereka sementara para wartawan berada di penjara.
 
Tujuh tentara Myanmar sudah dijatuhi hukuman penjara karena mereka terlibat dalam pembunuhan, menurut sebuah posting Facebook oleh panglima militer, Selasa malam.
 
Kasus terhadap para wartawan telah berlangsung, meskipun ada seruan internasional supaya mereka dibebaskan. Bulan lalu, Reuters mengumumkan bahwa pengacara HAM terkemuka Amal Clooney bergabung dengan tim hukum.
 
Anggota keluarga Wa Lone dan Kyaw Soe Oo menangis setelah keputusan tersebut. Tapi Wa Lone, berusia 32 tahun pada Rabu, dan dibawakan kue ulang tahun oleh teman-temannya, masih menyatakan optimisme.
 
"Saya percaya pada demokrasi. Saya juga percaya bahwa suatu hari kami akan dibebaskan karena kebebasan berekspresi," katanya.
(FJR)


62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

9 hours Ago

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menewaskan 62 anggota kelompok militan Al-Shabab…

BERITA LAINNYA