Warga Hong Kong Tolak Modernisasi Kompleks Bersejarah di Pusat Kota

Willy Haryono    •    Kamis, 13 Jul 2017 15:36 WIB
hong kong
Warga Hong Kong Tolak Modernisasi Kompleks Bersejarah di Pusat Kota
Sejumlah gedung di distrik Soho didirikan pada era Perang Dunia II. (Foto: FACEBOOK/CENTRAL AND WESTERN CONCERN GROUP)

Metrotvnews.com, Hongkong: Kelompok konservasi di Hong Kong menentang rencana kontroversial penghancuran sekumpulan gedung 'kuno' di pusat kota.

Perencana kota akan bertemu dengan para aktivis pada Jumat mendatang untuk mempertimbangkan proposal modernisasi dari Renewal Authority (URA), sebuah badan hukum yang didanai pemerintah Hong Kong.

Pihak berwenang ingin menghancurkan sekitar 12 bangunan era Perang Dunia Kedua di Hong Kong, yang masing-masing memiliki tiga hingga lima lantai, untuk diganti dengan dua hunian modern.

"Kami meminta otoritas perencanaan untuk menolak proposal tersebut, dan memikirkan kembali hal ini secara keseluruhan," kata Katty Law, anggota Central and Western Concern Group, seperti dikutip BBC, Kamis 13 Juli 2017.

Bangunan-bangunan ini dikenal dengan arsitektur gaya Tong Lau, yang memiliki fitur unik di era tersebut, seperti balkon melengkung dan tangga berventilasi. Sederet bangunan ini berlokasi di distrik Soho yang sangat terkenal.


Bangunan tua di distrik Soho. (Foto: Facebook)

Kawasan ini juga dikenal dengan wisata kuliner dan kehidupan malamnya. Selain itu, banyak turis tertarik mendatangi sejumkah tempat wisata di dekatnya, seperti Kuil Man Mo.

Sejak Mei, lingkungan tersebut telah dipromosikan secara internasional oleh Hong Kong Tourism Board sebagai bagian dari tur 'Old Town Central.'

Sebenarnya, tepat di seberang jalan terdapat distrik PMQ Hong Kong, di mana bangunan bersejarah yang dilestarikan telah berubah menjadi pusat hiburan bagi para seniman dan restoran yang populer di kalangan penduduk lokal dan turis.

"Anda tidak akan dapat melihat turis mengambil gambar diri di depan bangunan tinggi," kata Dare Koslow, pria yang memiliki banyak lahan petak di Hong Kong.

"Kota tua kita dieksploitasi sedemikian rupa sehingga sebentar lagi akan punah," lanjut dia.

"Ini adalah lingkungan yang sangat bersejarah, dibangun kembali setelah Perang Dunia Kedua. Layak mendapat perbaikan daripada dirobohkan untuk membuat jalan bagi gedung tinggi," ungkap Koslow. (Lidya Suzana)


Bangunan tua di distrik Soho. (Foto: Facebook)


(WIL)