Indonesia Mengutuk Kekerasan Israel di Kompleks Al-Aqsa

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 01 Aug 2017 22:46 WIB
palestina israel
Indonesia Mengutuk Kekerasan Israel di Kompleks Al-Aqsa
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi (tengah). (Foto: Dokumentasi Kemenlu).

Metrotvnews.com, Istanbul: Indonesia mengutuk keras pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa dan kekerasan yang telah memakan korban. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam pertemuan terbuka luar biasa komite eksekutif OKI di Istanbul, Turki, Selasa 1 Agustus 2017.

Pertemuan luar biasa komite eksekutif OKI dilakukan atas usulan Indonesia dan beberapa negara lain, terutama negara anggota Executive Committee. Pertemuan dilakukan untuk merespon kekerasan dan pembatasan Israel terhadap jemaah yang beribadah di Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Menurut Retno, kejadian di Kompleks Masjid Al-Aqsa adalah refleksi dari kebijakan kekerasan yang melanggar HAM dan dampak dari pendudukan ilegal Israel yang berkelanjutan di Palestina.

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," terang Retno di hadapan para Menlu OKI dalam siaran persnya.

(Baca juga: Temui Sekjen OKI, Menlu Retno Bahas Boikot Produk Israel)

Menlu Retno berharap negara anggota OKI menggunakan berbagai forum, termasuk Dewan Keamanan PBB, untuk memberikan tekanan kepada Israel agar mengubah kebijakan kekerasan yang diterapkan di Palestina dan mematuhi semua resolusi PBB terkait Palestina.


(Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam pertemuan terbuka luar biasa komite eksekutif OKI di Istanbul, Turki. Foto: Dokumentasi Kemenlu)

Retno pun mengusulkan, agar OKI dapat segera meminta Dewan HAM PBB di Jenewa untuk mengadakan pertemuan khusus membahas situasi pelanggaran HAM di Al-Aqsa.

"Insiden yang terjadi di Al-Aqsa bukanlah yang pertama, namun merupakan bentuk kekerasan, pendudukan ilegal dan juga tindakan yang melanggar hak asasi manusia yang harus dipertanggungjawabkan oleh Israel," jelas istri dari Agus Marsudi ini.

(Baca juga: 100 Warga Palestina Ditangkap Prajurit Israel dari Masjid Al-Aqsa)

Dia menekankan, Israel harus mengembalikan stabilitas dan memastikan status quo terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa. Dalam kaitan ini, Menlu mengusulkan agar OKI mengambil langkah untuk memberikan perlindungan internasional terhadap kompleks Al-Aqsa sebagai kompleks suci bagi  tiga agama dan sebagai situs warisan dunia. 

"Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) harus secara kolektif mengupayakan perlindungan internasional terhadap komplek Al-Aqsa guna mencapai keamanan, perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di Kompleks Al-Aqsa dan Palestina," tegas Retno.

Menlu Retno juga memanfaatkan pertemuan di Istanbul untuk menekan digulirkannya perundingan perdamaian berdasarkan prinsip two state solution. Pertemuan menghasilkan Final Communique yang memuat berbagai masukan Indonesia.

Sebelum Pertemuan Terbuka Luar Biasa Komite Eksekutif ini, Menlu memanggil seluruh perwakilan OKI di Jakarta. Selain itu, OKI juga telah mengadakan Pertemuan Tingkat Perwakilan Tetap OKI di Jeddah, Arab Saudi pada 24 Juli 2017 guna membahas perkembangan situasi di Al-Aqsa.




(HUS)