PM Najib Sindir Partai Oposisi Mahathir Mohamad

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Jul 2017 16:52 WIB
politik malaysia
PM Najib Sindir Partai Oposisi Mahathir Mohamad
PM Malaysia Najib Razak (kiri) dan mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad. (Foto: The Star)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mempertanyakan kepemimpinan partai oposisi Pakatan Harapan di mana mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad ada di dalamnya.

"Sebagai rakyat biasa, kenapa Anda ingin mengambil risiko untuk memilih yang lain, ketika ada UMNO dan BN dengan catatan kepemimpinan yang bagus dan terstruktur," ucap PM Najib ketika menggelar halal bihalal di kediamannya, seperti dikutip Channel News Asia, Senin 17 Juli 2017.

Selama ini, Mahathir memang menjadi politikus yang paling keras menentang pemerintahan Najib. Pria berusia 92 tahun ini juga sering turun dalam sebuah demonstrasi, seperti Gerakan Bersih pada November tahun lalu.

Awalnya berada di Partai UMNO yang kini dipimpin Najib, Mahathir akhirnya memutuskan untuk keluar dari UMNO dan bersatu dengan kubu oposisi, yaitu Pakatan Harapan.

Jika partai oposisi ini menang, diperkirakan Mahathir akan kembali menjadi PM Malaysia. Namun Pakatan Harapan belum mengonfirmasi kabar ini.

Sejumlah media Malaysia melaporkan salah satu anggota koalisi Pakatan Harapan, Partai Pribumi Bersatu Malaysia, telah menjalin kesepakatan dengan Mahathir.

Mahathir juga meminta agar Anwar Ibrahim, mantan musuhnya, segera dibebaskan dari hukuman penjara selama lima tahun atas tuduhan sodomi.

Pria yang berkuasa di Malaysia sejak 1981 hingga 2003 ini tak hanya meminta Anwar dibebaskan, namun mendukung jika Anwar menjadi PM Malaysia, menggantikan Najib.

"Kasus yang menimpa Anwar, ia telah diperlakukan tidak adil. Keputusan pengadilan sepenuhnya dipengaruhi pemerintah," ucap Mahathir.

"Ia pun seharusnya bisa berpartisipasi lagi dalam politik dan menjadi perdana menteri. Saya tidak keberatan dengan itu," katanya.



(WIL)

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

9 hours Ago

Jika Pemerintah Myanmar ternyata tidak konkret dalam menjalankan usulan Pemerintah Indonesia, pihaknya…

BERITA LAINNYA