AS dan Indonesia Jalin Kerja Sama Pengelolaan Sampah di Jababeka

Sonya Michaella    •    Jumat, 21 Apr 2017 18:33 WIB
indonesia-as
AS dan Indonesia Jalin Kerja Sama Pengelolaan Sampah di Jababeka
Penandatanganan MoU pengelolaan sampah antara Greenbelt dengan Jababeka Infrastructure di Hotel Shangrilla, Jakarta, Jumat 21 April 2017 . (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengelolaan sampah menjadi salah satu bidang yang difokuskan Amerika Serikat (AS) dalam menjalin kerja sama dengan Indonesia. 

Perusahaan Greenbelt asal AS adalah salah satu perusahaan yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Jababeka Infrastructure.

Kesepakatan kerja sama antara Greenbelt dengan Jababeka Infrastructure disaksikan langsung Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan.

"Sampah itu bisa kita manfaatkan. Bisa jadi pupuk dan etanol. Contohnya kelapa sawit, itu bisa diolah lagi. Kesepakatan ini memang berfokus untuk membersihkan Jababeka dari sampah," kata Wakil Ketua Sektor Industri KADIN, Charles Saerang, ketika ditemui di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat 21 April 2017.

Dalam kerja sama ini, proses dan teknologi yang sudah dijalankan Greenbelt di AS, akan dibawa ke Indonesia.


Wakil Ketua Sektor Industri KADIN, Charles Saerang. (Foto: MTVN)

"Prosesnya sendiri sama dengan apa yang di AS, tapi mungkin agak berbeda sedikit karena yang di Jababeka itu sampah basah," tuturnya.

"Dana senilai minimal USD4 juta, dan bisa sampai USD12 juta untuk pengelolaan sampah ini dalam kerja sama kita. Sampai saat ini, di Jababeka sendiri ada 1.400 industri," lanjut dia lagi.

Proyek ini memang baru pertama kali ditransfer ke Indonesia. Charles berharap, setelah proyek ini sukses, akan bisa melebarkan sayap ke kawasan lain tak hanya di Jababeka.

Sementara itu CEO Greenbelt Darren Eng mengatakan, Indonesia memiliki potensi mengembangkan proyek ini. Ia menuturkan, Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang bekerja sama dengan Greenbelt.

"Saya harap, proyek ini bisa berhasil dan membawa kenyamanan. Indonesia adalah mitra kami yang kuat. Sebisa mungkin, kami akan membantu Indonesia membersihkan Jababeka, dan nantinya kawasan lain," ungkap dia.


(WIL)