Kemenlu Luncurkan Portal Perlindungan WNI

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 09 Jan 2018 14:18 WIB
kemenlu
Kemenlu Luncurkan Portal Perlindungan WNI
Menlu Retno Marsudi menyampaikan pernyataan pers tahunan pada 9 Januari 2018 di kantor Kemenlu RI, Jakarta (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Kementerian Luar Negeri Indonesia meluncurkan portal perlindungan warga negara Indonesia (WNI). Portal ini bertujuan sebagai basis data bagi para WNI yang berada di luar negeri.
 
Portal http://peduliwni.kemlu.go.id/ tersebut sebagai salah satu upaya perlindungan warga negara di luar negeri. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan semakin baik kinerja perlindungan WNI, semakin tinggi pula ekspektasi publik.
 
"Karena itu, Kemenlu akan terus berinovasi ke arah sistem perlindungan WNI yang lebih baik," ucapnya dalam Pidato Pertama Tahunan Menteri Luar Negeri, di Jakarta, Selasa 9 Januari 2018.
 
Menlu Retno menuturkan, dengan adanya portal ini, maka seluruh basis data terintegrasi penuh dengan yang dimiliki lembaga nasional lainnya. 
 
"Pelayanan kekonsuleran juga satu sistem, satu data dan satu standar," lanjut Menlu Retno.
 
Dia menambahkan, seluruh pelayanan kependudukan dan catatan sipil dapat dilakukan di Perwakilan Indonesia.
 
Portal ini juga merupakan fokus Kemenlu dalam rangka persiapan pemilihan umum (pemilu) 2019. Dengan portal tersebut, data yang ada akan terintegrasi dengan data pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
"Kemenlu pada 6 Desember 2017, sebagai penegasan kesiapan Kemenlu dan seluruh perwakilan Indonesia mendukung kelancaran Pemilu 2019," imbuh Menlu Retno.
 
Menlu Retno menambahkan, selama 2017 ada beberapa inovasi yang dilakukan Kemenlu dalam perlindungan WNI, antara lain data base yang terintegrasi penuh dengan seluruh data base nasional, sistem dan standar pelayanan serta perlindungan WNI di luar negeri berbasis nomor induk kependudukan (NIK), serta versi penuh aplikasi Safe Travel untuk menjadi teman perjalanan bagi WNI yang akan bepergian ke luar negeri.
 
Selama 2017, Indonesia  telah berhasil menyelesaikan 9.894 kasus WNI di luar negeri, membebaskan 14 WNI dari ancaman hukuman mati, memfasilitasi pemulangan hampir 50 ribu WNI, khususnya pekerja migran, mengembalikan hak-hak finansial WNI senilai lebih dari Rp120 miliar.



(FJR)