Tangkal ISIS, Menhan RI Gaungkan Patroli Udara Trilateral

Sonya Michaella    •    Jumat, 13 Oct 2017 14:30 WIB
isis
Tangkal ISIS, Menhan RI Gaungkan Patroli Udara Trilateral
Menhan RI Ryamizard Ryacudu (kanan) bersama Menhan Vietnam Ngo Xuan Lich di Kemhan, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017. (Foto: Metrotvnews.com/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menegaskan patroli udara trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Filipina akan terus dilakukan.

Patroli bertujuan mencegah perkembangan pengaruh sejumlah grup militan, terutama yang terafiliasi Islamic State (ISIS), di Asia Tenggara.

“Baru saja kemarin di Malaysia kita luncurkan patroli udara trilateral. Ini yang harus ditekankan agar efektif pelaksanaannya,” kata Ryamizard kepada wartawan di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Patroli udara trilateral (Trilateral Air Patrol/TAP) ini diluncurkan di Pangkalan Udara Subang, Malaysia, pada Rabu 11 Oktober. Patroli Menhan Ryamizard, Menhan Malaysia Dato' Seri Hishammuddin Hussein, Menhan Filipina Delfin N. Lorenzana. Menhan Ryacudu juga didampingi Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo.

"(Patroli) laut sudah, udara sudah, ya tinggal darat. Potensi melebarnya kelompok teror ini sangat besar,” ungkap dia.

Ryamizard juga menambahkan patroli udara mencakup pengamanan perairan Sulu, di mana kerap terjadi perompakan. Sejumlah ABK WNI sering menjadi korban perompakan tersebut.

Baca: Patroli Maritim Cegah Teroris Masuk ke Indonesia

TAP akan melengkapi kegiatan patroli laut bersama Trilateral Maritime Patrol (TMP) yang telah diluncurkan Juni 2017 di Tarakan.

Patroli TAP juga akan meliputi kawasan perairan menjadi kepentingan bersama ketiga negara, termasuk perairan timur Sabah.

Implementasi TAP mengikuti peluncuran Patroli Maritim Trilateral Indomalphi (TMP) untuk memerangi kekerasan. TMP ditujukan untuk memastikan militan terafiliasi ISIS tidak akan menggunakan Laut Sulu untuk mengganggu ketiga negara. Tujuan lainnya adalah mengantisipasi pembajakan yang marak terjadi di perairan tersebut.



(WIL)