Korban Tewas Kebakaran Pabrik Bangladesh Bertambah Jadi 22 Orang

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 10 Sep 2016 17:37 WIB
kebakaran
Korban Tewas Kebakaran Pabrik Bangladesh Bertambah Jadi 22 Orang
Kebakarang di pabrik garmen di Bangladesh (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Dhaka: Korban tewas dalam insiden kebakaran di sebuah pabrik garmen di Bangladesh, terus bertambah. Saat ini korban tewas dilaporkan mencapai 22 orang.
 
Sekitar 100 orang tengah bekerja di dalam pabrik empat lantai tersebut. Tiba-tiba saja saat para pekerja hendak memulai tugasnya, api merebak di pabrik yang berada di Kota Tongi itu.
 
"Kami masih belum mampu mengendalikan api dan dikhawatirkan masih ada pekerja yang terjebak di dalam pabrik," ujar Inspektur Polisi Aminul Islam, seperti dikutip AFP, Sabtu (10/9/2016).


Asap hitam tebal di lokasi kebakaran (Foto: AFP)
 
 
Sementara dokter di Rumah Sakit Tongi Parvez Mia menyebutkan, setidaknya ada 70 orang yang terluka dalam kejadian ini. "Sebagian besar dari mereka menderita luka bakar. Kami mengirim korban kritis ke rumah sakit di Dhaka," tutur Mia.
 
"Beberapa dari korban luka bahkan dalam kondisi sangat kritis," imbuhnya.
 
Kepala Inspeksi Pabrik Syed Ahmed menjelaskan bahwa kebakaran ini diawali ledakan di ruang pemanas di Pabrik Tampaco Foils Limited. Perusahaan ini skalanya cukup besar karena memasok merk asing dan domestik di Bangladesh.
 
Tragedi memilukan bagi para korban
 
Korban selamat dari kebarakan ini, Mohammad Rokon mengaku dirinya tengah berada ruangan kantor saat mendengar suara ledakan.
 
"Saya merasakan getaran dan kemudian atap mulai menimpa saya," sebut Rokon.
 
"Sempat saya kehilangan kesadaran. Tetapi pada akhirnya saya memaksa untuk keluar dengan bantuan lampu dari ponsel," ceritanya.
Warga dan petugas pemadam berupaya padamkan api (Foto: AFP)
 
 
Sedangkan operator mesin Rubel Hossain hendak masuk ke dalam pabrik, dua menit sebagai ledakan terjadi. "Suara ledakan terdengar sangat kencang dan asap serta api tampak dari pabrik," ungkap Hossain.
 
"Saat itu saya merasakan beruntung dan sekaligus sedih," lanjutnya sambil menangis, usai membantu korban luka ke rumah sakit.
 
Tragedi ini terjadi di saat keluarga pekerja mempersiapkan Hari Raya Iduladha. Keluarga dari korban tewas dalam kejadian ini mengatakan perayaan kali ini mereka rayakan dalam kesedihan.
 
"Adik saya Delwar Hossain tadi malam mengatakan, akan membawa kami pulang ke Sherpur. Tetapi justru di sana dia akan dikubur," tutur Khaleda Begum, yang adiknya tewas dalam kejadian ini.
 
Bahan kimia picu api yang terus membesar
 
Pihak kepolisian masih belum mampu memadamkan api. Diduga bahan kimia yang disimpan di lantai dasar pabrik membuat kobaran api yang muncul Sabtu 10 September pada pukul 6.00 pagi waktu setempat, secara cepat menyebar.
 
"Kami mendengar ada bahak kimia yang disimpan di lantai dasar. AKibatnya api dengan mudah menyebar," sebut petugas polisi Bangladesh Tahmidul Islam.
 
Berdasarkan informasi dari situs perusahaan, pabrik ini memasok produk perusahaan asing seperti untuk British-American Tobacco Bangladesh Limited dan Nestle Bangladesh Limited.
 
Departemen Inspeksi Pabrik Bangladesh menyebutkan bahwa sebuah komite sudah dibentuk untuk menyelidiki kebakaran. Mereka akan mencari tahu apakah pabrik sudah memenuhi standar keamanan.



(FJR)