PM Australia Peringatkan Politisi untuk Tidak Mengutuk Muslim

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 17 Sep 2016 16:06 WIB
politik australia
PM Australia Peringatkan Politisi untuk Tidak Mengutuk Muslim
Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull (Foto: ABC)

Metrotvnews.com, Canberra: Perdana Menteri Malcolm Turnbull memperingatkan Partai One Nation dan anggota koalisinya di Parlemen Australia, George Christensen, untuk tidak menghina warga Muslim.
 
Menurut Turnbull mengutuk seluruh Muslim justru merupakan hal yang dikehendaki kelompok ekstremis.
 
"Menandai seluruh Muslim dengan kejahatan yang dilakukan segelintir orang secara mendasar keliru dan juga tidak produktif," ujar PM Turnbull kepada stasiun radio 3AW, sepert dikutip dari ABC Australia Plus, Sabtu (17/9/2016).
 
"Mencoba untuk mengutuk atau menjelekan seluruh Muslim atau mencoba untuk menyingkirkan seluruh Muslim serta menyatakan bahwa mereka bukan bagian dari Australia atau seharusnya tidak berada di Australia. Hal inilah persis yang disampaikan para ekstrimis dan teroris kepada umat Islam," imbuh PM Turnbull.
 
Pemimpin Partai One Nation Pauline Hanson menyampaikan pidato pertamanya di Senat pekan ini, menyatakan Australia dalam keadaan bahaya dibanjiri orang Islam. 
 
Hanson juga mendesak pelarangan pendatang Muslim ke Australia. PM Turnbull menyatakan menolak permintaan seperti itu.
 
"Saya ditanyai mengenai pandangan dia [Hanson] tentang migrasi dan jelas semua orang tahu saya tidak sependapat dengan padangan-pandangannya," tegas PM Turnbull.
 
Anggota parlemen dari faksi pemerintah, George Christensen juga menyuarakan pandangannya mengenai Islam dalam pernyataannya di DPR pada Kamis 15 September malam. Christensen meminta pembatasan pendatang dari negara ekstrimis.
 
Dia mengatakan banyak pendatang belakangan ini yang tidak sependapat dengan apa yang dia sebut sebagai 'nilai-nilai Australia'.
 
"Mengapa memangnya mereka pilih ke Australia," katanya di DPR.
 
"Ada negara lain yang kurang ofensif bagi mereka, negara di mana mereka bisa menikmati penindasan yang sama serta kekerasan yang sudah biasa bagi mereka, yang jelas mereka kehendaki," tutur Christensen.
 
"Tak perlu melakukan perjalanan jauh ke Australia dan menuntut agar warga Australia mengubah budayanya, tatanan masyarakat, dan peraturannya agar sesuai dengan tempat asal mereka," tambahnya.
 
PM Turnbull kepada Radio 3AW mengatakan memahami pernyataan Christensen ditujukan kepada para ekstrimis.
 
"Dia bicara mengenai, seperti yang saya dengar, ideologi teroris Islamis, dan hal itu jelas merupakan fokus sekian banyak upaya kita dalam pemberantasan terorisme," pungkasnya.
 
Merupakan kepentingan nasional, kata PM Turnbull, untuk mengatakan "kami adalah masyarakat multikultural paling berhasil di dunia, Muslim Australia adalah bagian dari masyarakat multikultural yang sukses tersebut".



(FJR)