Tiongkok Larang Pejabat Hong Kong Dukung Gerakan Merdeka

Willy Haryono    •    Selasa, 06 Sep 2016 14:32 WIB
hong kong
Tiongkok Larang Pejabat Hong Kong Dukung Gerakan Merdeka
Warga Hong Kong bersorak saat kandidat mereka meraih kursi Dewan Legislatif dalam pileg 2016, 5 September 2016. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Metrotvnews.com, Beijing: Tiongkok memperingatkan pejabat baru dewan legislatif Hong Kong untuk tidak mendukung gerakan kemerdekaan yang semakin menguat di kota semi-otonom tersebut. 

Pemilihan umum legislatif Hong Kong berakhir Senin kemarin. Sejumlah aktivis muda yang memenangkan kursi legislatif adalah pendukung gerakan kemerdekaan Hong Kong dari Tiongkok. 


Pemilihan umum legislatif 2016 di Hong Kong. (Foto: AFP)

Pileg tersebut merupakan yang terbesar sejak unjuk rasa pro demokrasi terjadi di Hong Kong pada 2014. Unjuk rasa yang bertujuan mengubah reformasi politik di Hong Kong tersebut berakhir gagal.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Tiongkok menegaskan tidak akan membiarkan adanya pembicaraan apapun mengenai kemerdekaan, baik di dalam maupun di luar badan legislatif.

"Kami sangat menentang segala bentuk aktivitas terkait gerakan kemerdekaan Hong Kong, di dalam maupun di luar Dewan Legislatif. Kami mendukung pemerintah Hong Kong untuk menjatuhkan hukuman sesuai koridor hukum," ujar juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Macau, seperti dikutip Xinhua, Selasa (6/9/2016). 

Beijing menuduh sejumlah aktivis sengaja memanfaatkan pileg untuk "mendorong secara terbuka" gerakan kemerdekaan. Gerakan semacam itu disebut sebagai pelanggaran terhadap konstitusi Tiongkok dan konstitusi-mini Hong Kong yang dikenal dengan nama Basic Law atau Hukum Dasar. 

"(Gerakan) itu juga melanggar kepentingan fundamental semua warga Hong Kong," lanjutnya. 

Tingkat keikutsertaan warga dalam pileg 2016 merupakan yang terbesar sejak Hong Kong diserahkan kembali ke Tiongkok oleh Inggris pada 1997. Penyerahan dilakukan atas prinsip "satu negara, dua sistem" yang bertujuan melindungi kebebasan Hong Kong yang telah berjalan selama 50 tahun.


Hong Kong adalah wilayah semi-otonom yang diserahkan Inggris ke Tiongkok. (Foto: AFP)


(WIL)