Korut Kritik Pidato 'Jahat' Donald Trump

Arpan Rahman    •    Selasa, 06 Feb 2018 10:33 WIB
korea utaradonald trump
Korut Kritik Pidato 'Jahat' Donald Trump
Pemimpin Korut Kim Jong-un bersama sejumlah pejabat negara di sebuah moda transportasi. (Foto: STR/AFP/Getty Images)

Pyongyang: Korea Utara (Korut) merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengecam Pyongyang atas program nuklir dan pelanggaran hak asasi manusia. Pernyataan Trump disampaikan dalam pidato kenegaraan State of the Union beberapa hari lalu. 

Korut menilai pidato tersebut menggambarkan "jeritan Trump" yang "takut" dengan kekuatan rezim Kim Jong-un. 

Dalam pidato pada Rabu kemarin, Trump mengkritik "kediktatoran kejam" dan "ambisi gegabah" Kim Jong-un. Trump bertekad melakukan "tekanan maksimum" demi mengakhiri ancaman nuklir Korut.

November lalu, Kim menyatakan negaranya memiliki tenaga nuklir yang sudah matang sepenuhnya. Pernyataan disampaikan usai Korut menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) yang diklaim mampu mencapai daratan AS.

Trump juga mengecam pelanggaran HAM yang meluas di Korut. Ia menyoroti kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang meninggal dunia tahun lalu sesaat usai dibebaskan dari tahanan selama 17 bulan di Korut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan bahwa ucapan tersebut mencerminkan "kesombongan kesewenang-wenangan dan keangkuhan Trump." Pernyataan muncul di kantor berita KCNA.

"Trump juga menekankan 'tekanan maksimum' terhadap negara kita, dengan kejam memfitnah sistem sosial yang paling menonjol di masyarakat kita," kata pernyataan tersebut. 

"Namun, Trump takut pada kekuatan DPRK yang telah mencapai titik historis yang hebat dan dengan cepat muncul sebagai negara strategis yang diakui oleh dunia," lanjutnya seperti disitat Guardian, Senin 5 Februari 2018.

Democratic People's Republic of Korea (DPRK) adalah nama resmi dari Korea Utara.

Masih dalam pidato State of the Union, Trump menghormati Ji Seong-ho, pembelot Korut yang melakukan perjalanan dramatis sejauh 9.656 km ke Selatan setelah mengalami diskriminasi dan penyiksaan di negaranya.

 


(WIL)