Indonesia Kutuk Keputusan AS Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Sonya Michaella    •    Kamis, 07 Dec 2017 09:36 WIB
palestina israel
Indonesia Kutuk Keputusan AS Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Menlu Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia berdiri bersama Palestina (Foto: Sonya Michaella).

Tangerang: Indonesia selalu berdiri bersama Palestina. Kata-kata ini terlontar dari Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang memberikan pidato awal di pembukaan Bali Democracy Forum ke-10, pagi ini. 
 
 
"Kami mengutuk keputusan Amerika Serikat. Indonesia selalu berdiri bersama Palestina. Saya memakai syal ini menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen bersama Palestina," tegas Menlu Retno, di ICE BSD, Tangerang, Kamis 7 Desember 2017.
 
"Amerika Serikat harus tahu apa itu demokrasi," lanjut Menlu Retno lagi.
 
Menlu Retno menambahkan, demokrasi seharusnya menghormati hukum internasional. Menurut dia, pengakuan AS tentang Yerusalem menjadi ibu kota Israel sangat tidak menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB.
 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Rabu 6 Desember 2017, pukul 13.00 waktu setempat.
 
Trump pun mengumumkan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan prosesnya segera dimulai. 
 
"Hari ini akhirnya kami menyadari hal yang nyata. Bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel. Ini tidak lebih dari sekedar pengakuan akan kenyataan dan tepat dilakukan," kata Trump di Gedung Putih.
 
Keputusan Trump berbalik dengan kebijakan luar negeri AS yang menolak pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebelum konflik Israel-Palestina dapat diselesaikan.
 
Terkait keputusan Trump ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun mengapresiasi penuh dan mengajak negara-negara lain untuk mengikuti jejak AS.
 
 
Sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keras pengakuan dari Trump. Menurut Abbas langkah itu melanggar seluruh aturan internasional.
 
 
Abbas juga menegaskan bahwa Yerusalem adalah ibu kota abadi dari Palestina dan rakyat Palestina akan tetap berjuang untuk mempertahankan Yerusalem serta kemerdekaan Palestina.

Sebagaimana diketahui pelaksanaan Bali Democracy Forum ke-10 seharusnya dilangsungkan di Bali. Namun dengan erupsi Gunung Agung, lokasi forum pun dipindahkan ke ICE BSD, Tangerang.

(FJR)