Mahathir Siap Tinggalkan Partai Demi Anwar Ibrahim

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 13 Mar 2018 17:20 WIB
Pemilu Malaysia 2018
Mahathir Siap Tinggalkan Partai Demi Anwar Ibrahim
Mahathir akan tinggalkan partai demi bersanding dengan Anwar Ibrahim. (Foto: AFP).

Putra Jaya: Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan dia terbuka untuk bertarung dalam pemilihan umum di bawah Partai Amanat milik Anwar Ibrahim. Dia bersedia untuk melepas partai yang didirikannya demi bersanding dengan mantan muridnya tersebut.

Pasalnya, Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang didirikannya usai keluar dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), tengah diselidiki Panitera Perhimpunan usai ratusan keluhan yang diajukan mantan anggota.

Dalam sebuah konferensi pers, Mahathir menyatakan dia terbuka untuk berpasangan dengan siapa saja dari partai lain di bawah koalisi oposisi Pakatan Harapan.

"Saya terbuka, saya bisa berdiri bersama (Democratic Action Party)," ucapnya, seperti dilansir laman Channel News Asia, Selasa 13 Maret 2018.

"Semua hal akan dipertimbangkan, namun kita harus memastikan orang-orang tahu siapa yang akan dijadikan pasangan dan lain sebagainya," imbuh dia.

Pakatan Harapan mengatakan pihaknya belum mendengar kembali dari Panitera Perhubungan atas permohonan didaftarkan sebagai koalisi. Pengumuman akan dilakukan dengan mengeluarkan empat logo pihak atau partai yang ikut pemilihan.

Baik Pakatan dan Bersatu juga telah melakukan tindakan hukum terhadap Panitera Perhimpunan. Mereka mengatakan keputusan panitera adalah bias.

"Mereka mencoba menemukan kesalahan kita. Kami telah terdaftar dan mereka mempertanyakan ini itu," kata Mahathir membahas mengenai partainya yang sedang dalam penyelidikan Panitera Perhimpunan.

Namun, badan pemerintah membantah melakukan kesalahan. Panitera Perhimpunan menuturkan mereka tengah melakukan penyelidikan pada PPBM dan memproses permohonan Pakatan sesuai prosedur.

Mahathir memang terlihat 'nafsu' ingin berpasangan dengan Anwar Ibrahim untuk menjatuhkan kekuasaan PM Malaysia Najib Razak.


(FJR)