India Tetapkan Status Darurat Polusi Udara

Sonya Michaella    •    Jumat, 10 Nov 2017 08:52 WIB
india
India Tetapkan Status Darurat Polusi Udara
Polusi udara di India semakin parah. (Foto: AFP)

New Delhi: Pemerintah India menetapkan status darurat polusi udara di ibu kota New Delhi dan sekitarnya. Tiga hari sudah India diselimuti kabut asap akibat kualitas udara yang memburuk per jamnya.

Kabut asap ini disebabkan oleh pembakaran tanaman ilegal, emisi gas kendaraan, serta debu konstruksi.

"Ini adalah situasi darurat. Penggunaan mobil di kota sementara dihentikan," kata Menteri Transportasi India, Kailash Gahlot.

Saat ini sudah berlaku sistem ganjil-genap berdasarkan pelat mobil di jalan-jalan protokol di India. Di negara bagian lain, diberlakukan biaya parkir yang cukup tinggi, sehingga warga enggan membawa kendaraan pribadi jika bepergian.

Dikutip dari Strait Times, Jumat 11 November 2017, warga Kota Lahore, kota kedua terbesar di Pakistan, berbondong-bondong ke rumah sakit untuk mencari pengobatan karena sakit pernapasan dan infeksi mata.

Sebuah jaringan pengukuran kualitas udara, PakAirQuality, menilai konsentrasi kualitas udara di New Delhi kini mencapai 300. Padahal, batas amannya adalah 50.

Partikel yang dihasilkan dalam kualitas udara yang buruk ini dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, gangguan pernapasan bahkan kanker paru-paru.

Sebuah artikel bulan lalu di jurnal medis The Lancet mengatakan polusi bertanggung jawab atas hingga 2,5 juta kematian di India pada 2015, lebih banyak daripada di negara lain.
 
Sejumlah sekolah dasar di India sudah mulai ditutup Rabu kemarin, dan mungkin akan berlangsung cukup lama. Tahun lalu, pemerintah untuk sementara menutup lebih dari 1.800 sekolah menyusul serangkaian hari yang tercemar kabut asap.



(FJR)