Keamanan Maritim Jadi Perhatian Indonesia-India

Sonya Michaella    •    Jumat, 05 Jan 2018 20:09 WIB
indonesia-india
Keamanan Maritim Jadi Perhatian Indonesia-India
Penguatan kerja sama maritim dan pertahanan menjadi komponen penting hubungan Indonesia dan India (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Penguatan kerja sama maritim dan pertahanan menjadi komponen penting dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj.
 
"Kami sepakat untuk meningkatkan konsultasi dan kerja sama kami dalam masalah maritim termasuk di UNCLOS dengan maksud memperkuat peraturan undang-undang dan untuk menjamin kebebasan navigasi dan keamanan jalur komunikasi laut," kata Menlu Swaraj, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat 5 Januari 2017.
 
Menlu Retno menambahkan Indonesia dan India juga akan memerangi pencurian ikan di maritim sekitar kawasan.
 
"Kami sangat menentang adanya pencurian ikan di kawasan Asia. Maka dari itu, kami akan menjaga perairan kita agar aman dari pencurian ikan," tutur Menlu Retno.
 
Di samping kerja sama maritim, Indonesia dan India juga bekerja sama di bidang pendidikan. India akan melanjutkan bantuan pengembangan keterampilannya dalam bentuk program pelatihan jangka pendek dan beasiswa.
 
"Saat ini India menawarkan hampir 150 slot pelatihan dan beasiswa. Kami sepakat untuk lebih memperkuat kerja sama kami di sektor pendidikan," ucap Menlu Swaraj.
 
Menanggapi pernyataan Menlu Swaraj, Menlu Retno mengungkapkan keingingannya untuk lebih memperdalam kerja sama di bidang teknologi informasi dan kesehatan, khususnya farmasi. 
 
Menlu Swaraj juga menyampaikan undangan dari Perdana Menteri India Narendra Modi kepada Presiden RI Joko Widodo untuk mengikuti KTT Perayaan Istimewa ASEAN sebagai tamu kehormatan pada perayaan Hari Republik India pada akhir bulan ini.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA