Sepuluh WNI Dikabarkan Ditangkap di Malaysia atas Pembunuhan

Sonya Michaella    •    Jumat, 12 Jan 2018 15:06 WIB
kasus pembunuhanwni
Sepuluh WNI Dikabarkan Ditangkap di Malaysia atas Pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Medcom.id)

Jakarta: Sepuluh warga negara Indonesia dikabarkan ditangkap otoritas Malaysia terkait kasus pembunuhan pekan lalu. Kementerian Luar Negeri Indonesia membenarkan kabar tersebut. 

"Betul. Memang ada 10 WNI ditangkap oleh otoritas Malaysia. Penangkapan ini terkait satu WN Malaysia yang tewas dan satu WNI luka berat," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal, dalam pesan singkat kepada Medcom.id, Jumat 12 Januari 2018.

Iqbal menambahkan, sampai saat ini proses investigasi masih dilakukan untuk mencari pelaku utama. 

"KBRI Kuala Lumpur telah memonitor kasus ini sejak awal penangkapan WNI kita, dan terus berkomunikasi dengan otoritas setempat," ungkap dia lagi.

Namun, Iqbal tidak menjabarkan lebih lanjut informasi terkait penangkapan 10 WNI ini. Pasalnya, Polisi Diraja Malaysia juga masih berfokus untuk mencari pelaku utama pembunuhan.

Dikutip situs berita The Malaysian Insight, polisi Malaysia masih memburu pelaku utama. Belum diketahui apakah pelaku utama pembunuhan ini merupakan WNI atau bukan.

Media lokal Malaysia melaporkan bahwa 10 WNI ini diduga bersekongkol dengan pelaku utama untuk membunuh seorang penjual kosmetik di pasar malam Shah Alam, Selangor.

Korban diketahui bernama Mohd Nor Syazrin, 29, dari Kupang, Kedah. Saat peristiwa terjadi, Nor sedang berada di tokonya di Pasar Malam Sri Muda distrik 25.

Polisi menemukan jasad Nor di lokasi kejadian setelah seorang warga melapor sekitar pukul 21.05 malam. Sementara satu WNI yang terluka parah disebut-sebut sebagai pegawai Nor.


(WIL)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

18 hours Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA