KBRI Manila Dapatkan Akses Konsuler untuk Ilham Syahputra

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 06 Nov 2017 09:48 WIB
isisfilipinaterorisme di filipina
KBRI Manila Dapatkan Akses Konsuler untuk Ilham Syahputra
Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir. (Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kedutaan Besar RI di Filipina telah menerima notifikasi konsuler dari otoritas Filipina terkait penangkapan Ilham Syahputra, warga negara Indonesia (WNI). Notifikasi diterima pada Jumat 3 November 2017.

Juru Bicara Arrmanatha Nasir mengatakan kepada Metrotvnews.com, Senin, 6 November 2017, bahwa Wakil Dubes RI di Filipina dan Atase Polisi telah mendapatkan akses kekonsuleran terhadap Ilham.

"Jumat sore, 3 November, Wakil Dubes RI dan Atase Polisi telah mendapat akses konsuler dan melakukan wawancara untuk menentukan status kewarganegaraan yang bersangkutan," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, Ilham mengaku berasal dari Medan, Sumatera Utara. Dia juga menyampaikan beberapa nama keluarga dan teman di Medan.

Hingga saat ini, verifikasi masih terus dilakukan pihak KBRI Manila. 

Ilham ditangkap saat mencoba melarikan diri dari kota Marawi, Filipina, Rabu lalu. Dia berusaha melintasi Danau Lanao sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat.

Baca: Ilham Bakal Diberikan Perlindungan

Sumber militer Filipina mengatakan militan bernama Muhammad Ilham Syahputra adalah pria 23 tahun yang fasih berbicara bahasa Filipina dan membawa sebuah granat. Dia berusaha menyamar sebagai seorang perwira intelijen militer.

Kepala Kepolisian Daerah John Guyguyon mengatakan WNI itu mengaku ikut dalam operasi ISIS, termasuk pertempuran dengan pasukan pemerintah di Piagapo, Lanao del Sur, pada April, sekitar sebulan sebelum pengepungan Marawi dimulai pada 23 Mei.

"Dia diundang Isnilon Hapilon untuk menjadi bagian dari perjuangan di sini," kata John.

Hapilon adalah mantan pemimpin Abu Sayyaf yang ditunjuk ISIS sebagai perwakilan regional mereka, atau 'emir.' Hapilon tewas terbunuh pada 16 Oktober di Marawi.

Terdapat satu lagi WNI yang ditangkap di Filipina karena dugaan terorisme. Ia adalah Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute, yang ditangkap kepolisian Filipina kemarin.

Wanita asal Bekasi, Jawa Barat itu ditangkap bersama enam anaknya. Dalam penangkapan, beberapa barang bukti turut disita, seperti empat buah blasting Cap, dua buah detonating cord dan satu time fuse. Minhati juga membawa paspor yang telah habis masa berlakunya.




(WIL)