Daun Kelor, Primadona Indonesia yang Digandrungi Warga Rusia

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 23 Feb 2018 16:49 WIB
indonesia-rusia
Daun Kelor, Primadona Indonesia yang Digandrungi Warga Rusia
Duta Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi jelaskan daun kelor sangat digemari warga Negeri Beruang Merah (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Daun kelor rupanya sangat digandrungi di Rusia. Hal ini diketahui dari banyaknya peminat olahan daun kelor asal Indonesia yang dijual di Festival Indonesia pada 2017 silam.
 
Duta Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi mengatakan dalam Festival Indonesia yang sudah digelar dua kali di Moskow tersebut dia mengundang beberapa daerah di Indonesia untuk berpartisipasi dan menjual produk unggulan.
 
"Beberapa daerah yang saya undang rutin bikin kesenian, misalnya dari Boyolali, Malang, bahkan tahun lalu dari Parigi Moutong. Jadi waktu bupatinya telepon saya, saya tanya, mau jualan apa? Kata dia, daun kelor, Pak," ceritanya dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat 23 Februari 2018.
 
Wahid mengaku kaget, namun saat dijelaskan lebih lanjut, dia diberitahu bahwa daun kelor tersebut akan dijadikan produk makan, seperti teh, cheese stick dan pai. Menurut dia, hal tersebut kreatif dan hebat.
 
"Saat dibawa di sana, laku sekali, padahal baru pameran hari pertama. Sampai si penjaga standnya bilang mereka simpan-simpan untuk display," terangnya bangga.
 
Rupanya, masyarakat Rusia tahu khasiat daun kelor yang sangat baik untuk kesehatan. "Padahal, kalau di kampung saya itu (daun kelor) dipakai untuk usir setan," imbuhnya.
 
Tak hanya daun kelor, sambal juga menjadi primadona di Rusia. Pasalnya, makanan khas Rusia, menurut lidah Wahid, terlalu hambar.
 
Wahid menuturkan, tahun ini akan digelar kembali Festival Indonesia. Diharapkan partisipasi dari berbagai daerah Indonesia untuk menjual produk unggulan, baik makanan maupun kerajinan tangan.
 
Pameran tersebut akan digelar pada 2 hingga 5 Agustus 2018, tepat saat musim panas di Rusia. Acara akan diselenggarakan di sebuah taman dengan luas 16,5 hektar di pusat kota Moskow, Krasnayatresna.


(FJR)


Strategi AS Tandingi Tiongkok di Afrika

Strategi AS Tandingi Tiongkok di Afrika

39 minutes Ago

Amerika Serikat mengumumkan strategi baru untuk Afrika, benua yang belakangan banyak dirangkul…

BERITA LAINNYA