Polisi Temukan Adanya Jaringan ISIS di Thailand

Sonya Michaella    •    Kamis, 24 Nov 2016 07:14 WIB
isisthailand
Polisi Temukan Adanya Jaringan ISIS di Thailand
Serangan bom di Thailand beberapa bulan lalu (Foto: Asian Correspondent)

Metrotvnews.com, Bangkok: Kepolisian Thailand telah menemukan link dan warga di selatan yang mendukung dan ingin bergabung dengan kelompok militan Islamic State (ISIS), meskipun sebelumnya polisi menyangkal keberadaan ISIS di Thailand.

Dilansir Bangkok Post, Kamis (24/11/2016), konfirmasi pendukung ini datang setelah rekan mereka di Australia mengatakan, lebih dari 100.000 pengguna Facebook di Thailand mengunjungi situs online ISIS, tahun ini.

Klaim dari polisi Thailand ini menambah kekhawatiran bahwa akan ada lagi yang akan mendukung atau menjadi simpatisan kelompok lainnya, seperti Al Qaeda di Asia Tenggara.

Sebagai tindakan pencegahan, badan keamanan di Thailand diperintahkan untuk menyelidiki dan menghindari serangan teror di Negara Pagoda ini.

Sejumlah media di Thailand juga menerima konfirmasi dari polisi bahwa mereka telah memeriksa akun dan telah memperoleh informasi pengguna tentang keberadaan dan identitas mereka.

Sementara, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia dalam situs resminya, menyarankan warganya untuk tetap waspada ketika berpergian ke Thailand, karena besar kemungkinan adanya serangan teror.

"Terutama wilayah Yala, Pattani, Narathiwat dan Songkhla," sebut pernyataan tersebut.

Dilaporkan memang ada peningkatan signifikan dari ISIS di Asia Tenggara. Dengan meningkatkan pengaruh tersebut, pemerintah negara-negara Asia Tenggara mempunyai tugas yang sangat besar untuk mengatasinya.

Termasuk kelompok Abu Sayyaf yang mendiami Filipina Selatan, di mana kelompok ini diketahui berafiliasi dengan ISIS. Kelompok ini gemar menculik dan menyandera anak buah kapal maupun turis yang sedang berlayar di perairan terdekat.

Mereka pun tak segan untuk memenggal kepala sandera, jika permintaan tebusannya tak dipenuhi.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA