Jerman Mitra Ideal Kembangkan Kapasitas Wisata Bahari Indonesia

   •    Kamis, 16 Mar 2017 08:19 WIB
indonesia-jerman
Jerman Mitra Ideal Kembangkan Kapasitas Wisata Bahari Indonesia
Dubes Fauzi Bowo bertemu dengan PM Negara Bagian Schleswig-Holstein.(Foto: Dok. Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Berlin: Jerman menjadi mitra ideal untuk mengembangkan kapasitas wisata bahari nasional. Tawaran itu dilayangkan kepada Perdana Menteri Negara Bagian Schleswig-Holstein, Torsten Albig.
 
Duta Besar RI untuk Berlin, Fauzi Bowo, mengemukakan hal ini dalam pertemuan keduanya yang berlangsung di Kantor PM Schleswig-Holstein, Jerman 13 Maret.
 
"PM Torsten Albig menyambut baik agenda pembangunan jangka menengah yang saat ini dijalankan Pemerintah RI, khususnya dalam upaya pengembangan sektor wisata bahari," jelas Duta Besar Fauzi Bowo, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, dalam situs Kemlu.go.id, Rabu 15 Maret 2017.
 
Sektor pariwisata pesiar dan pantai memang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Schleswig-Holstein. Pada 2016 kontribusinya mencapai 30 persen dari total GDP negara bagian tersebut.
 
Kiel, sebagai Ibu Kota Schleswig-Holstein, juga merupakan pelabuhan kapal pesiar utama di Jerman dengan rata-rata jumlah penumpang mencapai 3 juta setiap tahunnya.
 
"Untuk itu, Schleswig-Holstein merupakan mitra ideal bagi Indonesia untuk mengembangkan kapasitas wisata bahari nasional," tegasnya.
 
Dalam pertemuan itu, Duta Besar Fauzi Bowo menjelaskan agenda pembangunan jangka menengah Indonesia yang saat ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas maritim nasional.
 
Kebijakan yang diambil Pemerintah Indonesia untuk mendukung agenda pembangunan tersebut tidak hanya terbatas pada percepatan pembangunan kapasitas infrastruktur pelabuhan, industri galangan kapal dan sektor terkait lainnya, namun juga mendorong pengembangan kapasitas wisata bahari nasional. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki potensi pariwisata maritim yang sangat besar.
 
Sektor pariwisata sendiri saat ini menjadi salah satu penyumbang signifikan dalam GDP Indonesia dengan kontribusi sekitar 11 persen dan merupakan penyedia sekitar 11 juta lapangan pekerjaan.
 
Sebagai tindak lanjut, jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Pemerintah Indonesia akan melakukan pemutakhiran terhadap Indonesia-Germany Joint Declaration for a Comprehensive Partnership atau Jakarta Declaration.
 
Pemutakhiran dokumen kerjasama komprehensif tersebut akan memuat komponen kerjasama pembangunan yang difokuskan untuk peningkatan kapasitas maritim dan pendidikan terampil, sehingga dapat mengakomodir berbagai peluang kerjasama konkrit yang dapat dilaksanakan dalam upaya pengembangan kapasitas wisata bahari.



(FJR)