Menlu Retno: Myanmar Buka Akses Bantuan Kemanusiaan ke Rakhine

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 11 Sep 2017 16:54 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Menlu Retno: Myanmar Buka Akses Bantuan Kemanusiaan ke Rakhine
Menlu Retno Marsudi (tengah) usai dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin 11 September 2017. (Foto: Metrotvnews.com/Marcheilla Ariesta)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan, pemerintah Myanmar telah membuka akses bantuan kemanusiaan untuk krisis di Rakhine. Sebelumnya, bantuan sulit masuk ke wilayah Rakhine karena aksesnya masih ditutup pemerintah. 

"Pemerintah Myanmar membuka diri terhadap bantuan dari negara lain," ujar Menlu Retno dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin 11 September 2017.

Menlu Retno menuturkan, penyaluran bantuan akan dipimpin pemerintah Myanmar dengan melibatkan gerakan Palang Merah Internasional, termasuk Komite Internasional of the Red Cross (ICRC).

Selain itu, Suu Kyi menyampaikan kepada Menlu Retno ada beberapa negara yang menunjukkan minat untuk berkontribusi, salah satunya Amerika Serikat, Inggris dan Australia.

Baca: Menlu RI Dorong Masuknya Bantuan Kemanusiaan Jadi Prioritas Myanmar

Indonesia, ujar Menlu Retno, menyampaikan kepada Suu Kyi bahwa membuka diri terhadap negara asing yang menyalurkan bantuan kemanusiaan merupakan hal baik.

"Dan Indonesia meminta ASEAN dilibatkan dalam penyaluran isu bantuan kemanusiaan. Usulan ini disetujui Daw Aung San Suu Kyi," tuturnya.


Menlu Retno Marsudi dalam RDP di DPR RI. (Foto: Metrotvnews.com)

Mantan Duta Besar RI untuk Belanda itu mengaku sudah menghubungi menteri luar negeri ASEAN lainnya untuk membahas partisipasi ASEAN dalam menyalurkan bantuan ke Myanmar, khususnya di utara Rakhine.

Akses bantuan kemanusiaan merupakan satu dari dua isu yang didalami Menlu Retno dan Suu Kyi. Isu lainnya adalah implementasi rekomendasi Ketua Komisi Penasihat Rakhine Kofi Annan.

Menlu Retno menyampaikan ada 88 rekomendasi yang diberikan Kofi Annan kepada pemerintah Myanmar. Suu Kyi berjanji akan menerapkan puluhan rekomendasi tersebut.

Pertemuan antara Menlu Retno dengan Suu Kyi terjadi pekan lalu di Naypyitaw, Myanmar. Usai bertemu dengan Suu Kyi, Menlu Retno bertolak ke Bangladesh dan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina.




(WIL)